MODERNISASI ITU MITOS !

 

Oleh : Irwan Gio[1]

 

Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa modernisasi adalahproses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju dalam rangka untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Begitu banyak dari sebagian orang mengartikan modernisasi. Sedangkan Mitos adalah suatu perumpamaan yang merupakan khayalan dan tak dapat dibuktikan kebenarannya.  Di kehidupan masa modern saat ini banyak sekali orang yang terkecoh dengan pola tingkah laku modernitas yang sesungguhnya ketika hal itu di kaji ulang hanyalah pola pemikiran dan tingkah laku khayalan semata atau tidak bisa di buktikan kebenaran secara komprehensif.

Pola kehidupan zaman modern dimana sudah menjadi budaya di bangsa ini seperti . Android atau smartphone, alat atau benda ini mengakibatkan menset berfikir seseorang menjadi sempit. Banyak orang menggenggam hp android, ia saling mengenal antara satu dengan yg lain,namun mereka bisu dan acuh antara satu sama lain.indikator nya mudah saat ber interaksi mulut mereka berbicara namun wajah mereka menatap Android nya lebih memilih kepalsuan ketimbang wujud yang nyata. Andoroid mengajak pemiliknya melokalisir ruang nyata menjadi maya.sehingga tercipta kehidupan penuh simulakra,ketawa,tersenyum sendiri dan suka menyendiri.simulakra memkudeta kesadaran dinamis menjadi kesadaran palsu. Lalu teknologi dalam tanda kutip Internet, kini menjadi bahan pembelajaran utama bagi manusia modern saat ini apa saja tinggal cari ke ustad Google. Padahal realitas yang terjadi di lapangan media hanya di jadikan tempat penjualan kebohongan yang dimana dapat menghasilkan dolar bagi sipenjual dusta. Dan dusta itu sendiri yang akan mengantarkan mereka kepada kegelapan dunia dan pada akhirnya kehilangan cahaya kebahagiaan hidup di dunia.

Dulu kendaraan yang di pakai seperru sepeda, becak, delman, yang dimana sudah jelas-jelas ramah terhadap lingkungan dan juga baik bagi kesehatan, sekarang sudah jarang di tengok oleh orang modern.  Yang di pakai saat ini adalah kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat pencemar udara yang memberikan dampak  negatif terhadap  kesehatan  dan  kesejahteraan  manusia, serta  lingkungan hidup. Sumber  pencemar  ini  juga menimbulkan  dampak  terhadap  lingkungan atmosfer yang lebih besar seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon stratosfer, dan perubahan  iklim  global. Hal yang sering terjadi orang saat ini ketika siang sudah tidak menemukan kipas angin atau Ac mereka bingung kepanasan. Dari sisi pakaian berupa sandal, sepatu, celana, topi dan lain – lain, barang-barang atau pun makanan orang-orang saat ini lebih tertarik untuk membeli ke toko-toko modern seperti Mol, super market dll dari pada toko-toko lokal seperti pasar.  Sudah jelas-jelas toko modern yang mayoritas memiliki perusahaan adalah investor asing dan juga harganya lebih mahal dari pada toko toko lokal, berbicara kualitas juga saya kira sama saja. Kalau membeli pakaian di toko lokal jelas alokasi finansial turun ke orang pribumi itu sendiri dan tidak dapat di artikan kita juga membantu orang pribumi untuk mencukupi kebutuhan.  Namun ketika di toko modern finansial itu alokasi nya kemana lawong kita hanya jadi budak saja. Pertanyaan yang mendasar lebih cinta orang pribumi atau orang asing?.  Begitu juga dengan makanan sekarang itu jauh dari Esensi membeli makanan.  Kita membeli makanan sudah jelas untuk menambah energi atu menghilangkan rasa lapar. Namun sekarang lebih memilih bentuk makanan itu sendiri ada yang di bentuk kotak, tanda hati, piramida dan lain sebagainya, isi atau banyak nya makanan pun tidak sesuai dengan harganya. Terkadang juga masih belum mencukupi kebutuhan perut. Coba kalau di toko lokal seperti warung harga pas perut pun kenyang.  Hal ini kan menjadi jauh dari maksud apa itu makan, bagaimana mencari makanan, dan untuk apa makan itu.

Inilah yang sering terjadi di era modern saat ini. Kebanyakan orang tertipu pada hal hal yang tidak logis, hal yang sudah nyata kini menjadi maya.  Seakan akan modernitas itu Mitos yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, merubah kehidupan manusia yang nyata seperti hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam. Ini kini menjadi kehidupan yang penuh khayalan atau penuh dengan kepalsuan. Ketika hal ini sering terjadi akan berdampak pada kerusakan dunia yang suatu saat manusia sudah tidak mempunyai fungsi antar sesamanya, sehingga manusia akan di permainan sebagai orang bodoh oleh ciptaan nya sendiri.

 

 

 

[1] Irwan Giovani Ibrahir Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANAT (2015). Jurusan MPI .saat ini sahabat irwan menjabat menjadi ketua umum HMPS MPI Periode 2017/2018

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: