BEKAL NULIS SEJAK SMA, IA KELUAR SEBAGAI JUARA

JEMBER, Metra Post – Kader PMII Rayon FTIK IAIN Jember kembali menunjukkan potensinya di bidang tulis menulis. Adalah Alda Syafira, kader angkatan 2018, ia dinobatkan sebagai juara I lomba Essay Umum Tingkat Mahasiswa yang diselenggarakan PMII Komisariat Raden Rahmat UNIRA Malang Senin (20/1) kemarin.

Kompetisi tulis menulis yang digelar sejak 27 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020 kemarin memang menjadi ajang uji kreatifitas kader-kader PMII, terutama dalam hal tulis-menulis. Dengan tema yang diangkat Karya Mileneal Untuk Resiliensi di Era 4.0, kompetisi itu jadi ajang pembuktian seorang Alda beradu kemampuannya dalam menulis.

Terbukti, saat panitia mengumumkan hasil lomba melalui akun resmi Instagram PMII Raden Rahmad Senin (20/1) kemarin, Alda keluar sebagai juara 1.

Ia mengungkapkan, saat mengikuti Lomba Essay itu ia harus bersaing ketat dengan berbagai kader-kader penulis dari rayon dan Komisariat lembaga lain.

Selama ini, Alda mengaku bekal nulis sudah ia tekuni mulai dari duduk di bangku SMA. Hingga berproses rayon dan Metra Post, ia tetap mengasah kemampuannya dalam menulis.

“Saya merasa terpanggil ketika melihat pengumuman lomba tersebut dan momen tersebut sebagai ajang menggali potensi melalui pelatihan nulis essay dalam suatu perlombaan. “Alhamdulillah bekal sudah ada, ditambah proses bersama Metra Post di Rayon FTIK,” ucap Alda, saat dikonfirmasi Metra Post.

Mengenai karyanya itu, ia menulis dengan mengambil salah satu sub tema yaitu, Devolep Edication dengan judul, ‘Sukses Terealisasi Bukan Sekedar Ekspektasi.’ Menurutnya, pada era saat ini jaman berpendidikan, ia menilai tidak demikian, justru sebaliknya. ” Seperti berpendidikan tapi tidak terdidik,” kata Alda.

Dari latar belakang itu pula, ia terdorong untuk menulis bahwa sukses diraih bukan dengan cuma-cuma. Karena hidup bukan hanya soal makan dan berjalan, tetapi juga soal tumbuh dan berkembang. “Sehingga membutuhkan pendidikan yang benar-benar terdidik agar tujuan sukses tidak hanya dilambangkan dengan material, namun juga usaha yang dikemas dalam sebuah pengabdian,” paparnya.

Kader yang masih duduk semester 3 memang cukup inspiratif. Ia menilai, wacana ilmu bukan untuk ilmu, tapi ilmu untuk diamalkan. Dalam penafsirannya itu, sedikitpun ilmu yang di ketahui harus dilakukan dan Sebisanya mampu mendorong yang lain untuk mampu melaksanakannya juga. “Setidaknya ilmu yang kita ketahui dipraktekkan dan di istiqomahkan. Jadi bermanfaat untuk banyak orang, dan itu pula yang diajarkan dalam PMII,” tegasnya.

Ia berharap, capaiannya saat ini bisa bermanfaat dan menjadi pendorong para kader dan anggota di rayon tercintanya. “Saya yakin banyak bibit unggul anggota dan kader rayon yang lebih hebat dari saya,” harapnya.

Melihat torehan prestasi yang berhasil disabet kadernya itu, Ketua Rayon FTIK IAIN Jember Kholisatul Hasanah mengaku sangat bangga. Ia juga mengapresiasi ketekunan dan kontribusi Sahabati Alda dalam setiap agenda lomba tulis menulis, baik di internal rayon dan lembaga luar. Menurutnya, kontribusi ke PMII bukan hanya berkutik di internal saja, namun mereka bisa mengaktualisasikan bakat-bakat itu di luar kelembagaan rayon.

“Bangga pasti, semoga capaian ini jadi tren positif, memacu semangat kader-kader rayon kita agar lebih giat menulis,” pungkasnya.

Warta : I. S andi
Editor : Maulana al-Fatih
Publisher : Nafri01
Kredit Foto : Istimewa

INSPIRATIF : Sosok Alda Syafira, Kader Angkatan 2018 dinobatkan sebagai Juara I Lomba Essay Tingkat Mahasiswa PMII Komisariat Raden Rahmat Malang Senin (20/1) kemarin.

.

%d blogger menyukai ini: