Kuliah Daring, Diskusi Tetap Jalan

Jember, METRA POST- Sabtu, 28-03-2020 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember telah mengeluarkan kebijakan untuk kuliah online tertanggal 16 Maret- 5 Juni 2020. Kebijakan ini merupakan bentuk pencegahan COVID 19 (corona virus 2019). Hal ini menjadikan proses pembelajaran yang mulanya dilakukan secara tatap muka  tidak dapat dilakukan. Salah satu langkahnya diadakannya proses pembelajaran melalui media sosial atau kuliah daring (dalam jaringan)

Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (RFTIK)IAIN Jember pun turut serta mengurangi kegiatan yang dengan kontak fisik secara langsung dalam jumlah banyak. Hal tersebut membuat internal pengurus Korps PMII PUTERI (KOPRI) R-FTIK membuat inovasi untuk tetap mengawasi kegiatan kader maupun anggota di sela-sela liburan. Salah satu inovasi yang dimaksud yakni dengan Gesah Kopri . Gesah Kopri merupakan forum diskusi yang berlangsung dengan bantuan media social yaitu Whatsapp Group. Tujuan diadakannya kegiatan ini agar kader dan anggota PMII Rayon FTIK bisa kritis dalam menyikapi isu-isu perempuan yang terjadi di sekitarnya Prosesi diskusi berlangsung mulai 19.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Tema yang diangkat pada kala itu yakni “Keadilan Gender” dalam konteks sosial. Sasaran dari diadakannya tema tersebut yakni menyeimbangkan peran antara laki-laki maupun perempuan terhadap lingkungannya.

Sehubungan dengan hal tersebut, jika dalam kutipan Ki Hajar Dewantoro mengatakan “Bahwa setiap orang adalah guru dan rumah adalah sekolah” sehingga dapat melahirkan kader puteri yang unggul dan maju secara intelektual, spiritual dan professional. Karena sejatinya generasi bangsa yang unggul dan hebat terlahir dari Rahim perempuan yang hebat.

Korps PMII Puteri (KOPRI) yang lahir 25 November 1967 merupakan wadah kader perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ). “Saya harap kader maupun anggota kopri mampu menjawab bahkan menengahi problematika social di berbagai sektor yang ada, seperti ekonomi, budaya, hukum dan lain sebagainnya”, ujar Indah Vajarwati selaku ketua KOPRI R-FTIK.

Diskusi pada malam itu berlangsung dengan lancar dan penuh nalar kritis dari kader maupun anggota khususnya KOPRI . Mereka merasa kebutuhan berpikir kritis dan intuisi harus diseimbangkan. “Hal ini saya rasa membantu kami selaku anggota untuk lebih bersemangat lagi di sela-sela kuliah daring ini. Selain bisa beriskusi bersama, kami juga bisa saling melepas rindu kepada sesama sahabat maupun sahabati” ucap Nisa, salah satu anggota KOPRI angkatan 2019  yang hadir saat diskusi.

Melihat perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru, maka kami tidak akan tinggal diam. Sudah saatnya menjadi kader penggerak yang tidak terlalu menghiperbolakan sesuatu hal akan tetapi menyeimbangi  dengan potensi-potensi yang kita punya.

“Saya berharap semua elemen PMII R-FTIK baik pengurus, kader maupun anggota terus menghidupkan semangat juang PMII dimanapun berada. Salah satu caranya dengan berdiskusi dan berkarya maupun turut serta membantu masyarakat. Tak lupa  kader maupun anggota turut hadir mari ikut serta dalam kegiatan PMII secara online ”, tutur Kholisatul Hasanah sebagai Ketua Umum PMII R-FTIK.

Warta                    : Alda

Editor                    : Gita

Publisher             : Afifah

%d blogger menyukai ini: