Meningkatkan Semangat Membaca di Tengah Pandemi

            Ada istilah yang mengatakan “buku adalah jendela dunia”. Maksudnya ialah jika kita membaca maka kita akan mengetahui banyak hal yang ada di dunia ini. Ilmu pengetahuan sangatlah banyak, oleh karena itu salah satu cara agar kita mendapatkan wawasan baru adalah dengan memperbanyak membaca.

Indonesia Berada di Tingkatan Rendah Perihal Membaca

            Sebuah studi yang dilakukan oleh Most Littered Nation In the World Central Connecticut University pada bulan Maret 2016 lalu, mengatakan bahwa Indonesia berada pada tingkatan ke- 60 dari 61 negara perihal minat membaca. Posisi ini berada di bawah Thailand dan di atas Bostwana. Gerakan literasi di Indonesia sudah cukup banyak, misalnya saja terdapat perpustakaan berjalan yang biasanya berada di taman kota, pendirian Taman Baca Masyarakat (TBM) dan gerakan- gerakan literasi lainnya. Pemerintah juga turut berpartisipasi dalam penyediaan literasi secara online, salah satunya ialah platform perpusnas.go.id  

            Kenyataan pada hari ini semangat membaca dari masyarakat Indonesia terutama dari kalangan pelajar masih kurang. Seperti yang dilansir oleh berita harian di Kompas (23/06/2019) bahwasannya Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara di dunia tepat berada di atas Bostwana berdasarkan riset dari “The world’s Most Literate Nations” oleh UNESCO pada tahun 2016 silam. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro mengatakan bahwa rata- rata mahasiswa membaca dalam satu hari hanya menghabiskan waktu satu jam itupun kebanyakan hanya membaca buku yang bersifat menghibur seperti novel, komik dan cerita humor yang menarik, hanya sebagian kecil yang membaca buku motivasi.

            Anggapan bahwa membaca merupakan kebutuhan sementara juga patut diperhatikan. Faktor yang bersifat individual seperti ini biasanya akan terbentuk lama dan akan bertahan lama pula. Akan tetapi jika sejak sekarang kita membiasakan diri untuk terus membaca, maka minat tersebut akan semakin bertambah.

Menilik Budaya Gemar Membaca Negara Lain

            Menurut sebuah data riset dari worldatlas, di tahun 2018 Jepang berada di posisi ke 6 terkait masyarakatnya yang sudah melek huruf. Artinya hampir seluruh masyarakat Jepang yang memiliki rentan usia di atas 15 tahun sudah bisa baca dan tulis. Di Negeri Bunga Sakura tersebut, masyarakatnya memang memiliki kebiasaan membaca yang bagus.

            Ada beberapa sebab mengapa Jepang memiliki budaya gemar membaca, pertama penerapan peraturan untuk membaca selama 10 menit yang dikeluarkan oleh lembaga- lembaga pendidikan disana yang dimulai dari tingkat SD. Biasanya seorang guru sebelum memulai pelajaran membiasakan muridnya agar membaca buku jenis apa saja selama 10 menit. Penyebab kedua adalah budaya Tachiyomi yakni mmebaca sambil berdiri. Kebanyakan toko buku yang berada di Jepang menyediakan buku yang tidak terbungkus plastik dan hal tersebut memang sengaja dilakukan agar pembaca bisa membaca buku secara gratis.

            Penyebab yang terakhir adalah kebiasaan membaca tidak hanya di perpustakaan atau di toko buku saja, melainkan di ruang publik misalnya seperti di dalam kendaraan umum, di ruang tunggu klinik dan di tempat- tempat umum lainnya. Jika kita perhatikan, Jepang memiliki cara khusus untuk membiasakan diri agar rajin membaca. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar meningkatkan minat membaca,misalnya sebagai berikut.

Membuat Waktu Khusus Membaca

            Sejak merebaknya virus corona yang menggemparkan seluruh masyarakat di dunia, membuat hampir seluruh Negara mengeluarkan kebijakan yang sama yakni agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Kebijakan tersebut tentu bisa dimanfaatkan agar kita khususnya para pelajar memanfaatkan waktu yang sangat luang ini untuk meningkatkan semangat membaca.

            Misalnya dengan membuat waktu khusus untuk membaca,contohnya menyediakan 1 jam di siang hari untuk membaca buku apa saja. Jika dirasa 1 jam itu terlalu lama, maka bisa diganti menjadi 10- 15 menit. Cara ini jika diterapkan secara terus menerus maka semangat membaca kita pun akan ikut bertambah.

Membaca Sebelum Tidur

            Cara lain yang bisa digunakan agar meningkatkan semangat membaca adalah dengan membiasakan diri untuk membaca sebelum tidur. Hal ini bisa dilakukan jika dirasa kita memiliki kegiatan yang sangat padat sehari- harinya dan gunakanlah waktu sebelum tidur untuk membaca walaupun hanya sedikit.

Membuat Target Membaca

            Cara terakhir yang bisa digunakan agar semangat membaca kita meningkat adalah membuat target bacaan. Misalnya setiap hari kita menarget 3-5 halaman per satu buku, atau menarget kita bisa menyelesaikan satu buku dalam waktu satu minggu. Hal- hal kecil yang demikian bisa dipraktekan ke dalam kehidupan sehari- hari.

            Membaca merupakan perihal memaksa diri. Jika kita bisa memaksa diri kita untuk terus menerus membuka buku maka kebiasaan membaca akan tertanam sendiri dalam diri kita. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, tentu waktu kita sangat cukup untuk membaca. Coba bayangkan, berapa ilmu yang bisa kita dapat jika sering membaca? Pasti sangatlah banyak.

Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru”- Ki Hajar Dewantara

Sekali bendera diturunkan

Pantang pantang untuk diturunkan

Hentikan ratapan dan tangisan

Mundur Satu langkah adalah sebuah bentuk pengkhianatan

Salam Pergerakan !!!

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Tulisan ini merupakan karya Sahabati Gita Welastiningtias Kader FTIK Angkatan 2018 Prodi Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2018

%d blogger menyukai ini: