APA MENARIK NYA PMII

Oleh : Ir Aufklarung*

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama’ah. Organisasi kemahasiswaan ini lahir pada Tanggal pembentukan 17 April 1960 / 17 Syawwal 1379 Hijriyah.

Lahirnya PMII menjadi gelora dalam mengguncang situasi dan kondisi negara yang sungguh pelik pada saat itu,baik dari segi politik, agama, budaya dan lain sebagainya. Pmii melahirkan banyak sekali orang-orang hebat. tidak takut lapar, tidak pragmatis, jauh dari sifat hedonis. Karena memang nama mereka ada untuk menciptakan para pemimpin yang bermental pejuang. Dengan toleransi nya yang kuat maka kesejahteraan itu ada.

Di masa modern ini pesatnya perkembangan pengetahuan, bukan malah menjadi penambah wawasan kehidupan se akan-akan merubah pola hidup yang kian mistik, dengan banyak nya khayalan dan rencana namun dengan ketidakadanya realisasi atau realistis yang kongkrit ada dalam kehidupan. Banyak organisasi namun sedikit gerakan organisasi.
Penulis disini tidak terlalu mengkaji secara luas, dalam tulisan ini kita akan membahas PMII IAIN Jember wabil khusus Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Di kala itu prosedur ataupun perjalanan proses di PMII IAIN Jember sungguh menakjubkan dan menggetarkkan segala kalangan. Dengan penerapan keteladanan yang baik, sehingga dapat menjadi contoh yang rell dan benar-benar berjuang, menggerakkan dan menegakkan perubahan demi kemajuan. Keteladanan yang di maksud kedisiplinan mereka dalam mengawal perubahan. Dalam hal ini Pmii banyak sekali menciptakan pemimpin yang bermental pejuang yang tidak terlepas dari segala pakar, dari pakar pendidikan, sosial dan politik, hukum, agama, budaya dan seni dan lain sebagainya. Yang menjadi kesatuan komponen yang kuat dalam gerakanya. Namun saat ini itu hanya sebatas kerinduan yang belum tercapai, belum terlihat atau pun bertemu dan menjadi rintihan dalam batin.

Gejolak hitam yang membungkus benak pengurus, kader dan anggota menjadi penyakit dalam proses saat ini. Gejolak hitam yang di maksud sekumpulan hal negatif yang masih belum bisa di pecahkan dan belum ketemu solusi nya. Terkurung oleh hedonisme, PMII di buat untuk berebut keuntungan sepihak, timbulnya ujaran kebencian antar sahabat/i nya sendiri, keteladanan yang berdasarkan ideologi Ahlus sunnah waljamaah kini mereka hilang kan. Tampa sadar hal ini mengakibatkan banyaknya kehilangan kader dan anggota yang merasa bahwa di PMII tidak ada faedah nya. San menarik nya proses di PMII pun mulai hilang karena telah lama tidak produktif. Mayoritas anggota dan kader menjadi moh ataupun malas berproses di Pmii.

Hal ini tentu perlu sahabat/i PMII iain Jember Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ataupun Sahabat/i yang di luar sana merasakan hal yang sama. Kita perlu introspeksi, mengembalikan kesadaran dan menganalisis bagaimana caranya keindahan budaya yang pernah ada di PMII itu mulai datang kembali yang terus kuat berjuang mengawal perubahan dalam satu kesatuan untuk mu satu tanah air ku untuk mu satu keyakinan ku. Sehingga PMII menjadi menarik lagi.
Semakin tua semakin menjadi. Artinya, dengan sikap kesatria, profesional dan mandiri, PMII harus lebih produktif memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap agama dan bangsa Indonesia. Meskipun acapkali PMII selalu menjadi momok dalam rumah sendiri, tapi itulah perjuangan, bahwa perjuangan hanya butuh pengorbanan bukan imbalan.

*Ir Aufklarung (Irwan Giovani Ibrahim) Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANAT (2015). Jurusan MPI .saat ini sahabat irwan menjabat menjadi ketua umum HMPS MPI Periode 2017/2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: