BISNIS PENDIDIKAN

Oleh : Irwansyah_Giovani Ibrahim[1]
Berbicara bisnis dapat di ambil arti usaha komersial dalam dunia perdagangan. Semua hal bisa dibisniskan, tak terkecuali bidang pendidikan. Di era yang serba harus kreatif ini, kita harus mampu memanfaatkan segala kesempatan menjadi sumber penghidupan jika tidak tunduk pada aturan kerja bisnis orang lain. Dan sungguh telah di manfaakan betul oleh para pejabat pendidikan sehingga pendidikan menjadi lahan bisnis bukan menjadi lahan proses belajar yang kedepanya dapat menjalani kehidupan dengan baik. pencarian keuntungan dalam dunia pendidikan semakin mencuat. Kita sebagai kaum pelajar tidak bisa lepas dari aturan yang tidak wajar dalam dunia pendidikan. Yang ku tahu pendidikan adalah tempat pengembangan potensi manusia sampai ahir hayat nya. Namun kini lembaga lembaga pendidikan lupa akan hal itu sehingga aturan main yang di pakai adalah bagaimana meraih keuntungan besar dalam dunia pendidikan, bukan malah bagaimana cara yang baik agar potensial generasi penerus bangsa dapat terkembangkan.

Dari sini kita dapat ambil pertanyaan mengapa sekolah itu mahal ? Jawabanya mudah sekali karena sistem pendidikan di indonesia adalah sistem pendidikan belanda. Lantas sistem pendidikan seperti apa yang harus kita bangun? Sistem bagaimana anak didik dapat menemukan potensialnya sehingga kita tidak lagi berbasis ijazah yang hanya kertas nilai tanpa kegunaan sebenarnya. Dari kaum pelajar dapat di didik dengan baik. Sehingga kita tidak lagi yang namanya seminar pelatihan – pelatihan pendidikan hal yang banyak menguras biaya dengan hasil yang miris di dapat di ambil manfaatnya dan di terapkan dalam kehidupan sehari hari karena memang kegiatan itu di adakan bukan untuk pengembangan skill namun ada untuk memperbanyak keuntungan dalam pencarian uang panas di dalam lembaga pendidikan.

Untuk mencari keuntungan dalam dunia pendidikan lembaga lembaga pendidikan berlomba lomba membangun fasilitas sekolah sehingga menjadi wah lembaga tersebut. Apakah hal ini dapat menumbuhkan karakter jati diri pemuda bangsa indonesia tentu tidak karena karakter sendiri di bentuk dari proses kehidupan bukan hanya fasilitas yang serba wah, sekolah memang harus berkarakter seluruh kegiatan sekolah harus berkarakter, tetapi proses kehidupan tidak bisa di lakukan dengan beli paketan dan online. Dari hal yang serba mewah ini dapat menciptakan kaum pelajar menjadi pemalas. Dan dari situlah proses belajar kehidupan di lembaga sekolah tidak dapat terkembangkan, karena sekolah bukan menjadi lahan empuk untuk mencicipi proses nikmatnya mempelajari kehidupan. Tetapi lembaga pendidikan menjadi lahan pencarian isi perut yang berlebihan.
Lalu mengenai beasiswa sekolah kita terlalu mengedepankan tofel, bahasa inggris, bahasa arab. Sesungguh apa yang di untungkan. Apakah sekrang dunia pendidikan kita saat ini dapat menghasilkan karya tentu tidak karena sangat sulit mengembangkan potensi di lembaga lembaga pendidikan kita. Seharus nya bantuan bantuan itu di khususkan kepada orang orang yang dapat berkarya untuk negri ini. Karena karya itu yang akan di baca oleh orang. bukan malah menikmati karya orang lain terus. Dan banyak kejadian di lembaga pendidikan yang sering saya lihat pemainan licik dalam bisnis pendidikan. Banyak bantuan dana yang seharus nya turun ketangan pelajar untuk mencukupi kehidupanya di sekolah. Malah dana itu masih di ambil keuntunganya olah pihak sekolah sehingga dana yang turun tidak sesusai dengan apa yang di janjikan pemerintah. Lah lembaga pendidikan kita sebenarnya ini apa? tempat menuntut ilmu dan pengembangan potensi atau tempat mencari keuntungan finansial semata. Lalu bagaimana nasib orang orang yang tidak mempunyai biaya yang cukup dalam menempuh pendidikan kalau lembaga pendidikan kita sudah kotor, tugas administrasi yang sibuk membungkusi kepalsuan, kebohongan – kebohongan yang di lakukan lembaga pendidikan. Pendidikan kita seharus nya sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 dengan jelas mengatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Ini yang kita kelolah dengan tugas admisitrasi sekolah yang profesional bukan administratif lembaga pendidikan yang sibuk mencari ke untungan finansial.

 

[1] Irwan Giovani Ibrahir Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANAT (2015). Jurusan MPI .saat ini sahabat irwan menjabat menjadi ketua umum HMPS MPI Periode 2017/2018

333 tanggapan untuk “BISNIS PENDIDIKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: