KESENYAPAN RINDU

Oleh : Kholifatul Hannah[1] Ombak kerinduan menggulung hati Tak tentu arah tujuan untuk menepi Pucuk pohon kesejukan memanah kerinduan hati

Baca Selengkapnya

SANG EMBUN

Oleh : Sunthea[1]   Kau masih embun yang ku kenal Tak ubah kadang kau keras Kilau pancaran masih terlihat  

Baca Selengkapnya

MENULIS UNTUK SEBUAH PERUBAHAN

                       Oleh: M.  Suhil[1]          “Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Pernyataan itu adalah ungkapan salah satu tokoh sastrawan terbesar

Baca Selengkapnya

KEPADA KAMU YANG KUNAMAI HUJAN

  Oleh : Siti Sulaikha[1]   Kepada kamu yang kunamai hujan Aku hanya bisa mengadu pada nyanyian Pandan yang mengguyur

Baca Selengkapnya

DARI MANA DATANGNYA DOSA, DARI MATA TURUN KE HATI

  Oleh : Musfiqur Rahman[1]   Dimana mata melihat Disana dosa menggeliat Siap menelan kita dalam jurang pekat Meski Adam

Baca Selengkapnya

DISTRUS PARA PENGUASA

  Oleh : Musfiqur Rahman[1] Aku hanya ingin bercerita saja Perihal keadilan yang berlalu lalang didepan mata Dan bersimpangan dalam

Baca Selengkapnya

SI GINCU MERAH

  Oleh : Muhammad Nurul Hidayat[1]   Manis seolah kupandang Warna tipis-tipis yang berlapis Merah cetar membahana Penerang kusam bibir

Baca Selengkapnya

PENUH HARAPAN

Oleh : Anna Fitriana [1]   Biarkan gelombang menyongsong hari mudanya Tak peduli ombak menerpa sekencang badai Tak peduli hujan

Baca Selengkapnya

DUSTA !

  Oleh : Imam S Arifin[1]   Katanya merdeka kenapa masih merana? Rakyat jelata yang katanya dilindungi oleh negara Nyatanya

Baca Selengkapnya

SAJAK KONTEMPLASI KEMERDEKAAN

Oleh : Maulana Al-Fatih[1] merdeka… itu, omong kosong.!!! lihatlah, pemimpin2 kita sedang asyik menikmati safari kesana kemari, seolah hutang ribuan

Baca Selengkapnya

LARIK

Oleh: Siti Zulaikha[1] Bumi annuqayah berduka Riak air mata menganak sungai Sebab yang teragung telah tiada   Dikeseharian yang sederhana

Baca Selengkapnya

CAHAYA CINTA

Oleh : Mohammad Nurul Hidayat[1] Ingin ku tuangkan segala rasa Dalam runtutan kata-kata Mutiara Namun Apalah daya Berjuta kata-kata pujangga

Baca Selengkapnya
%d blogger menyukai ini: