DIALOG TUHAN

Oleh : Irwansyah Giovani Ibrahim[1]

Dialog dapat di artikan sebuah percakapan. Di era kehidupan yang penuh dengan keanehan ini,  banyak sekali keanehan yang di lakukan oleh manusia seolah olah mampu berbuat segalanya demi hasrat atau keinginan nya sendiri. Merasa dirinya lah yang paling benar sehingga timbul nya sifat egois, sombong, angkuh dalam bertindak.  Berbicara perubahan apa yang sebenarnya di rubah jika dan hanya jika kita selalu memikirkan kebahagiaan kita sendiri.  Aku bingung dalam kehidupan yang sedang terjadi dalam hidup ku maupun realitas yang ku lihat.

Seandai nya ada penyihir seperti di film yang sering di tayangkan di bioskop maupun televisi, aku pun ingin melobi penyihir itu agar bisa menyulap para buruh yang berkerja sesuai dengan upah nya, agar semua manusia memopong satu sama lain agar dapat memliki hak kebahagiaan nya.  Dan juga ku ingin  meminta penyihir untuk merubah watak atau sifat tamak kepada orang yang di lebihkan hartanya untuk saling berbagi dan hilang sifat kesombongan nya. Dan dapat menyadarkan mereka bahwa harta nya tidak akan membahagiakan nya sebelum di tau bahwa hakikat kebahagiaan itu adalah saling berbagi rizki. Lalu di kalangan anak jalanan, geng motor, kaum pelajar, para pemuda, kekerasan kita lakukan kepada sesama generasi penerus bangsa diantara lain perkelahian,  tawuran, permasalahan, saling menjatuhkan, pelecehan sexsual, narkoba, dll perlu kita tinggalkan saat ini melihat hasil cipta kita yang sungguh konon tak berhasil tuk memajukan negri karena hanya selesai pada pembicaran bukan juga dengan tindakan, sering rapat namun jarang kerja. Meski sekarang mungkin kita gagal membahagiakan masayarak yang masih banyak tinggal di tempat kumuh pengemis dimana-mana, kaum tani yang di bingungkan dengan mahalnya Air, pajak tanah, pupuk dan hasil jual panen yang murah ketika di jual kepada pemerintah.  Namun suatu saat nanti kita akan lebih berhasil lagi untuk negara ketika jiwa pemuda pejuang bangsa kita itu kembali.  Pemuda itu orang yang di puji, dibanggakan dan di tunggu – tunggu gerakan perubahan nya oleh masyarakat.  Dan saat ini lah waktunya kita bergerak kita tinggalkan hedonisme kita.

 

Berbicara ketaatan orang yang sering ibadah naik turun masjid mungkin juga dapat dikatakan alim.  Sering pula ku melihat para ibuk ibuk pun tak ada hentinya gosipin orang, menfitnah orang mengada ngada omongan, menjelek jelekan tetangga nya sendiri, yang belum tau kebenaranya. mungking ibu ibu yang suka gosip lagi diskusi ilmiah mengikuti teorinya socrates tokoh filsuf yunani yaitu dialektika dalam mencari kebenaran yang padahal hanya gengsi yang mereka kejar. yang suaminya pun tak ada hentinya menatap tubuh wanita lain yang lebih seksi dari pada istrinya sendiri, sehingga sang lelaki pun lalai dalam membimbing istrinya. Lantas kemana ketaatan mereka kok malah saling menyalahkan bukan malah saling membenarkan dan serasa lebih baik maksiat dari pada ketaatan.

 

Tentang perdagangan konsumsi manusia lagi-lagi selalu tayang dalam berita, yang memakai borak, fomalin, dan pengwet, percantik warna makana sehingga tak layak konsumsi.  Hal ini harus kita hindari mengapa banyak sekali sumber energi yang kualitasnya unggul di Indonesia kita tidak perlu curang dalam mencari nafka karena negara kita ini surga nya energi. Kalau memang ingin main curang perusahaannya investor asing itu saja yang kita curangi biar minggat daru rumah kita.  Lawong konsomsi yang kita miliki tidak jauh beda kok dengan barang barang impor.  Orang asing cuman menang tehnologi saja bebicara kesehatan jau lebih sehat olahan kita karena keringat kita lah yang menjadikan hasil olahan kita itu menjadi keberkahan.  Dan juga Aaahhhh banyak sih yang perlu di perbincangkan cuman sudah lah ini hanya sentilan imajinasi saya yang di guyur realita yang kurang produktif bisa fakta bisa fiktif.  Berbicara penyihir juga tidak ada bukan siapa siapa .  Yang penyihir ya kita sendiri lah yang dapat menyulap perubahan dengan usaha dan doa.  Namun berbicara hasil sulapan itu hanya kehendak sang maha kuasa. Yuk semangat pagi dengan kekreatifan berfikir kita.

[1]  Irwan Giovani Ibrahir Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANAT (2015). Jurusan MPI .saat ini sahabat irwan menjabat menjadi ketua umum HMPS MPI Periode 2017/2018

2 tanggapan untuk “DIALOG TUHAN

  • Oktober 24, 2017 pada 12:49 pm
    Permalink

    581135 951545You require to join in a contest initial with the finest blogs on the internet. I most undoubtedly will suggest this website! 616297

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: