DIBALIK JERUJI BESI

 

Oleh : Irfan Supandi[1]

Masihku ingat dengan jelas, dibalik jeruji besi kala itu …! Angin malam selalu menyapa dalam kesedirianku. Do’a  dan do’a selalu ku panjatkan pada sang maha kuasa. Tetesan-tetesan air mata tak kunjung kering di setiap malamku. Aku tak percaya ! Aku tak menduga ! semua itu akan terjadi padaku.

Tepatnya, pada tanggal 27 Agustus 2014 Damansara City Malaysia, Imegresen datang tak di undang di halte Bus penurunan para pekerja. Aku hanya bisa diam dan terpaku duduk manis dikursi bersama sahabat seperjuanganku. Satu persatu mereka naik dan bertanya Paspor dan IC. Dari Delapan Bus yang berisi para pekerja, 286 terindentifikasi Paspor Mati dan 6 Paspor Hidup (Permit). Dalam perjalanan, Air Mata ini selalu menetes ! Air Mata ini tak henti-henti mengalir ! Aku Bingung dan bertanya-tanya. Mau dibawa kemana aku ini ? Mau di apakan aku setelah ini ?. Tangan terborgol bersama 20 para pekerja Negara Asing lainnya, dengan deretan satu rantai panjang. Sungguh, nalarku terhenti kala itu.

Tidak terasa, perjalanan tiga jam sudah berlalu dan tibalah di Imegreseen Kuala Lumpur Malaysia. Satu persatu, deretan rantai panjang yang membergol Warga asing di tarik keluar Bus para pekerja. Timbul dalam benakku sejenak “Dikira Hewankah Aku dan sahabat seperjuangan diperlakukan seperti ini”, namun apalah daya. Itu hanya perasaan orang yang tidak terima atas perlakuaan yang di alaminya. Meski ini terjadi karena kesalahan kita, yang hidup dan mencari sesuap nasi di negeri orang tampa surat izin.

Deretan para pekerja warga asing yang diborgol sudah berkumpuldidepan kantor imegreseen. Satu persatu dari mereka menanda tangani selembaran kertas putih yang berisikan tulisan. Entah itu apa isinya ?. Tibalah giliranku menandatangani lembaran itu dan bolpenpun disuduhkan kepadaku seperti yang lain. Namun, Aku berbuat kesalahan yang tak seharusnya ku lakukan. Aku masih sempat saja bertanya, Buat apa ini Pak Cik….? Pak Cik malah diam…? Hatipun merasa jenkel karena pertanyaan yang aku lontarkan tidak ditanggapi. Ahirnya, akupun menanda tangani kertas itu. Betapa kangetnya, tiba-tiba dalam perjalanan pengambilan foto para warga asing yang bersalah ini, tiba-tiba Pak Cik yang saya Tanya waktu proses tanda tangan, memukulku dari belakang menggunakan borgol. Semuapun bersuara ” Apa hal main pukul Pak Cik…? “ Dengan sepontan Pak Cik memukul semua deretan yang ada dalam satu rantai panjang kala itu….! Aaaaaaaahhhhhhh…… Bekas Pukulan Borgol itu, membekas dan menjadi sejarah hidup bagiku …!

 

(Tunggu Kelanjutannya)

Bersambung……. !!!

 

 

[1] Irfan Supandi / Cak Pandai  Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GRANAT (2015), Prodi MPI  Semester 5. Cak Pandai  saat ini menjadi Seketaris Penanggung Jawab Advoger Korp Granat 2015 dan berproses di Intelektual Muda serta  salah satu Anggota Metra Post.

6 tanggapan untuk “DIBALIK JERUJI BESI

  • Oktober 28, 2017 pada 1:49 am
    Permalink

    204111 666365This internet web page is genuinely a walk-through for all with the info you wanted about this and didnt know who to ask. Glimpse here, and youll surely discover it. 249549

    Balas
  • November 8, 2017 pada 2:23 am
    Permalink

    737046 739711A quite informationrmative post and lots of really honest and forthright comments produced! This undoubtedly got me thinking a whole lot about this concern so cheers a whole lot for dropping! 822196

    Balas
  • November 9, 2017 pada 5:35 am
    Permalink

    380089 401980Spot lets start work on this write-up, I really believe this amazing internet site requirements additional consideration. Ill much more likely be once once more you just read additional, thank you that data. 997840

    Balas
  • Desember 30, 2017 pada 11:59 pm
    Permalink

    I just could not go away your website before suggesting that I actually loved the
    usual info an individual supply for your guests?
    Is going to be again incessantly in order to check out
    new posts

    Balas
  • Januari 2, 2018 pada 11:29 am
    Permalink

    Hello, i read your blog from time to time and i own a similar one and i was just curious if you get a lot of spam
    responses? If so how do you stop it, any plugin or anything
    you can recommend? I get so much lately it’s driving
    me crazy so any help is very much appreciated.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: