DIMANA SANG PENGGERRAK ?

 

Oleh : Nayli Farikha[1]

 

Saat keadilan sudah tidak bisa ditegakkan lagi, Dimana kebenaran sudah berada dalam genggaman kekuasaan. Sungguh miris sekali masyarakat di indonesia, banyak golangan rakyat yang tertindas seakan-akan mereka sulit untuk bangkit. Dari golongan rendah, seperti orang-orang faqir miskin dirasa sulit untuk menikmati dan menempati hidup yang lebih layak. Usaha, kerja keras tetap mereka laksanakan dengan sabar. Kegigihan mereka dalam bekerja sudah merupakan kewajiban untuk memperoleh sandang pangan yang sekiranya bisa menghidupi mereka, meskipun tak sepenuhnya yang mereka harapkan. Tapi rasa syukur mereka dengan semua itu sungguh besar untuk terus bisa bertahan hidup. Inilah indonesia yang dulu kaya raya akan segalanya, dengan jargon kebangsaannya “sekali merdeka tetap merdeka”. Adil dan makmur sejahtera hanya asumsi jauh berbalik dalam dunia sebenarnya.

 

Pergerakanku, Pergerakan mahasiswa islam indonesia mengajrkan apa makna  Mahasiswa dan membesarkan kita. Bukan berarti besar akan kesombongan, melainkan besar untuk pembelaan dan kebangkitan. Agen of Change meruapakan salah saatu beban moral dan tanggung jawa sebagai mahasiswa. Dalam artian pembawa perubahan bukan dalam kebatilan melainkan dalam kebenaran. Siapalah dia, seorang mahasiswa atau pemuda pemudi indonesia yang tidak memtingkan hidonisnya saja. Seorang terpelajar yang mana telah dikatakan oleh Pramoedia Ananta Toer dalam bukunya bumi manusia “seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan”. Seorang mahasiswa pergerakan yang mana sudah terpelajar haruslah tertanam dalam jati dirinya sifat adil dalam segala hal.  Sang penggerak untuk masyarakat, pembela untuk kaum tertindas atas ketidak adilan dan sang penggerak untuk satu tanah air indonesia.

 

Wahai sang penggerak..!. Marilah bangun dari tidur suri mu. Masyarakat membutuhkan kita. Hak mereka dirampas, Lahan mereka digusur, Korupsi, kriminalitas merajalela dan banyak ketimangan-ketimpangan terjadi. Indonesia penuh dengan petaka, Setiap hari penuh dengan musibah, bencana, kriminal, dan prilaku tidak manusiawi. Negeri ini sedang dilanda penyakit, baik dilanda demam anarkisme. Penuh aturan tapi seakan tak memiliki aturan. Pemerintah-pemerintah sibuk beretorika, janji-janji saat berkampanye maupun sumpah jabatan yang pernah mereka ucapkan. Tak juga dinikmati dan dirasakan oleh masyarakatnya. Para golongan elite di negeri ini terus berlomba-lomba untuk memperlebar kekuasaan. Mengokohkan kekuatan demi hal tersebut dan memanfaat kan diatas pembodohan rakyat. Sedangakan dari rakyat kecil atau golongan rendah banyak yang merebutkan dan memperjuangkan materi demi sesuap nasi. Ya tuhan, sungguh miris sekali negeriku ini. Ekonomi di negeri ini telah dikuasai golongan elite, pejabat dan pengusaha pejabat. Segelintiran rakyat tertindas hanya memperebutkan secuil dari ekonomi yang tersisa.

 

Konflik atau masalah yang selalu bermunculan ini merupakan meledaknya konflik dari sesuatu yang terpendam dari keadaan sejarah yang tertindas dalam golongan masyarakat. Yang menyebabkan konflik dapat muncul kembali dengan sebab yang berbeda dengan konflik yang pernah terjadi kini terulang kembali. Sehingga menjadi fatal, karena lebih dari itu dapat terjadi potensi pemanfaataan konflik disuatu daerah oleh terjadinya berbagai hal kepentingan-kepentingan dari luar sehingga nantinya akan lebih besar. Dan itulah sering terjadi. Wahai sang penggerak, aktifis pejuang keadilan. Mari bangkitlah, bangkitklha!. Hentakkan kaki untuk maju. Marilah bersama-sama untuk menyerukan kaum yang tertindas. Mereka sungguh membutuhkan kita. Kita yang masih muda yang semua organ tubuh masih kuat untuk berfungsi melakukan segala hal. Bukanlah untuk menjadi budak para tikus-tikus berdasi dan pemanfaatan manusia tak berprilaku sosial.

[1] Nayli Farikhah Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp MAHABBAH (2016) Proddi MPI IV  (Empat). Saat ini sahabati naily berproses dibidang jurnalistik sebagai anggota Metra Post.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: