KEIKHLASAN BAPAK PENJUAL ES KELILING

Oleh : Rifqon[1]

Ada cerita menarik yang dapat aku petik hari ini. Sepenggal kisah tentang keihklasan seorang pedagang es depan kampus IAIN JEMBER. Pedagang yang tak asing di kalangan mahasiswa, sepeda ontel tua yang menjadi alat menjual setiap harinya.

Tepat pukul 10.30 WIB aku parkir sepeda ontelku depan kampus pas dekat dengan penjual itu. Dia duduk tenang dibawah pohon menghindari terik panas matahari kala itu. Sambil meminum es dagangannya, bapak lansia itu mungkin sekedar ingin menghilangkan rasa dahaga yang sudah lekat di leher. Dengan sopan ku menyapanya sambil meninggalkan sepedaku di dekatnya tanpa ada pesan dariku agar bapak menjaga sepedaku.

Satu jam mungkin aku lama duduk berkumpul dengan para panitia PMII guna membahas kelancaran jalannya acara pasar budaya yang akan diadakan di kampus IAIN JEMBER. Selepas pembubaran acara aku masih menuju rayon FTIK tentang pembahasan lanjutan devisi acara. Masih ku tengok sepedaku di bawah pohon sana yang tetap berdiri tak pindah posisi dan disana juga seorang bapak penjual es tua masih duduk seperti awal ku tinggalkan dia.

Satu jam lebih aku membahas konsep devisi protokoler bersama sahabat- sahabati panitia pelaksana acara. Pembahasan telah usai dan aku bergegas pulang dahulu dari kumpulan, keluar dari gedung rayon sambil tengok sepedaku dan Alhamdulillah masih dalam posisi seperti sejam lalu. Kubuka kunci sepedaku membelokkan arah menuju rumah. Namun setirku terhenti ketika bapak penjual itu menyapaku dengan kata terbata-bata mengkhawatirkan sepedaku selama 2 jam lebih aku tinggalkan. Kekhawatiran bapak akan ada gangguan pada sepedaku sehingga ia rela tak menjalankan sholat duhur pada tepat waktu.

Hatiku terketuk mendengar ucapan bapak pedagang itu. Rasa ikhlas dan kepedulian yang dia utamakan daripada kewajiban yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Rasa bersalah aku tak berpesan padanya akan sepedaku yang sudah kurasa aman dengan kunci roda yang kupegang.

Aku mendapat pelajaran hari ini, bahwa keikhlasan dan kebaikan akan selalu dikenang oleh setiap orang. Seperti tulisanku yang mengalir bagi pembaca untuk selalu mengingat kebaikannya. Kebaikan seorang bapak tua penjaual es depan kampus.


[1] Rifqon merupakan salah satu anggota PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari angkatan 2018,  Semester 2

%d blogger menyukai ini: