MERDEKA

Oleh : M Husain[1]

 

Kemerdekaan negara indonesia melewati banyak ritme yang di tempuh dari penjajahan negara besar yang bertahun tahun bahkan ratusan tahun di lalui. Tidak seperti membuka pintu rumah hanya du dorong sudah bisa terbuka namun sangatlah pahit kehisupan masyarakat pribumi. Para pahlawan yang berjuang tidak takut mati sudah banyak sekali pertumpahan darah di tanah air ini. Melawan kolonial dengan senjata seadanya dan para santri yang menuntut ilmu mengalih tujuan untuk melawan musuh dengan keyakinan pada tuhannya bahwa tindakannya adalah benar sangat lah pemberani kaum muda dan tua pada kala itu untuk mencapai tujuan yang sama adalah MERDEKA BEBAS DARI PENINDASAN. Kemudian negara indonesia  memproklamirkan tek kemerdekaan yang di hadiri masyarakat serta di salurkan ke radio maka Merdekalah negara ini. Singkat dan mudah di pahami perjalanan kemerdekaan indonesia namun jiwa dan keberanian itulah yang terus di tanam dalam hati mereka.

Setelah menikmati kemaerdekaan negara sekian tahun berada di tahun 2017 ini Banyak hal yang sangat berbeda yang katanya perkembangan zaman tahun dari tahun ke tahun memang berbeda tapi  yang berbeda adalah jiwa nasionalisme khususnya para pemuda yang katanya menjadi senjata negara sekarang hilang seperti di telan bumi sendiri. Pemuda pada saat itu berjuang dan berani mati untuk negeri untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan dan penindasan sedangkan pemuda masa kini tidqk mau akan perjuangan para pahlawan yang telah berjasa dan memberikan hadiah kepada anak cucunya yaitu pemuda pemuda saat ini.

Pemuda saat ini di ajak untuk memasang umbul umbul merah itu saja tidak mau bahkan mengabaikan seperti jiwa pemberani memang audah hilang dan tidak menurun pada anak cucunya saat ini. Berpartisipasi untuk memeriahkan kemerdekaan negara sudah tidak mau padahal ini adala sakral untuk di abadikan karena bisa di katakan 17 agustus 1945 adalah kebangkitan dan kehidupan bangsa indonesia serta hasil dari perjuangan bertahun tahun lamanya

Presiden pertama Ir Soekarno yang mengatakan “saya hanya perlu 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia ” dengan suara lantangnya yang dulu sangat di percaya dan mnjadi momok di asia sirna begitu saja saat ini jika melihat pemuda yang hanya bersantai mengikuti ego, kesenangan dan kepuasan pribadinya dan hanya mengetahui bahwa pahlawan telah berjuang tanpa tindakan apapun.

Maka sangat perlulah penanaman jiwa nasionalisme ini kembali di tanamkan kepada para malaikat negara ini melalui terowongan pendidikan agar kembali memiliki jiwa muda yang benar benar muda.

 

 

[1] M Husain Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANATH (2015) Prodi PGMI

69 tanggapan untuk “MERDEKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: