MERDEKA ?… PEJUANG BANGSA PUN TAK KEMBALI

Oleh : Irwansyah_Giovani Ibrahim[1]

 

Kemerdekaan yang telah kita raih adalah hasil dari perjuangan panjang seluruh elemen bangsa yang saling menguatkan diri untuk bangkit bersama melawan penindasan, hari adalah hari kemerdekaan negriku yang ke 72 salam merdeka saudara-sauadaraku sebangsa dan setanah air. Pejuang merupakan orang atau personal yang memiliki ‘ambisi’ dan ‘hasrat’ (keduanya dalam konotasi positif menurut pengamat masing-masing) dengan berusaha sekuat tenaga serta pikiran dan bahkan dalam level tertentu sampai mengorbankan jiwa-raganya demi suatu tujuan.

 

Gundah kulana hati ini mersakan hari kemerdekaan, pejuang bangsa tak datang dan tak pernah kembali, bangsa mu telah menunggu kedatangan mu wahai pejuang sejati. Konon kita tak pernah terjadi revolusi kita selalu ribut dengan wacana ribut dengan realita ribut dengan perebutan uang yang bukan hak atau milik nya, yang padahal itu semua adalah pukulan penjajah untuk selalu mengadu domba kita dan akan menghilangkan budaya warisan leluhur kita, gotong royong, warisan-warisan tradisional , etika kita, pola kehidupan bermasyarakat hampir semua telah di hanguskan dengan permainan penjajah yang tidak pernah kita sadari kyai para alim ulama pun kita perangi yang dulu nya sering di segani dan menjadi panutan.  Otak kalian sudah di cuci oleh provokator negri otak kalian di beri ranjau yang nantinya meledak sehingga kalian merasa tak mempunyai negri lagi.

 

Politik yang bertugas mengatur tatanan tatanan kehidupan negara pun kini kehilangan sebuah arah untuk mepersatukan untuk mensejah terahkan kehidupan berbangsa negara.  Kita terlalu terpacu pada eksistensi negara negara besar yang seharusnya kita perbuat adalah mengembalikan karya karya para pahlawan bangsa, budaya lelulur yang terus kita kembangkan sehingga menjadi jati diri kita sebagai warga indonesia.  Karena dari pahlawan dari leluhur kitalah yang membuat negara-negara besa iri kepada negara kita. Namun kemana itu kita sudah lama tak menemukan titik temu kebahagian, kemajuan negara yang sebenarnya karena revolusi itu mencipta namun kita susah mencipta kita lebih suka menikmati dan pada ahirnya nya yang kita nik mati hanyalah kotoran-kotoran penjajah.

 

Carut cimarut politik yang tak pernah usai, orang yang semakin tinggi tingkat ambisinya dalam mengambil keuntungan yang bukan hak nya mengakibatkan para tikus berdasi dengan cepat bereproduksi sehingga terlahir, tersebar luas para tikus berdasi dari sabang sampai Merauke. Dari lembaga pendidikan, lembaga suadaya masyarakat,pabrik atau perusahaan, organisasi, semua pengelolahan sumber daya manusia yang ada banyak yang di pegang oleh generasi koruptor sehingga manusianya susah terkembangkan. Upaya menyelamatkan Indonesia mestilah tetap bertumpu pada pelaksanaan reformasi politik, pada penegakan kembali kedaulatan rakyat kita dengan rasionalitas politik yang lebih maju dan inklusivistik.

Sungguh suatu ironi, bahwa di saat saat negara-negara maju sesang berusaha memperlebar memperdalam rasa persatuan dan kesatuan mereka, Indonesia justru memperlihatkan gejala gejala perpecahan. Semoga 17 agustus hari kemerdekaan yang ke 72 ini kedepanya dapat mengembalikan pejuan yang telah hilang dan akan membawa kembali keharuman bangsa Indonesia.

MERDEKA

 

[1] Irwan Giovani Ibrahir Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANAT (2015). Jurusan MPI .saat ini sahabat irwan menjabat menjadi ketua umum HMPS MPI Periode 2017/2018

237 tanggapan untuk “MERDEKA ?… PEJUANG BANGSA PUN TAK KEMBALI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: