MERDEKA…?

Oleh : M. Suhil[1]

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah tanggal dan tahun yang mungkin selalu ada di benak Masyarakat Indonesia,  karena itu adalah akhir perjuangan para pahlawan bangsa melawan para penjajah untuk menguasai bangsa ini. Dalam mendapatkan kemerdekaan bangsa ini tidak semudah seperti membolak-balikkan tangan. Mereka,  para pejuang bangsa,  bertumpah darah melawan kekejian para kolonial dengan senjata canggih nya meskipun hanya dengan tombak bambu hingga bendera Merah putih kita berkibar. Hari ini, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2017  rakyat indonesia mengenang perjuangan para pahlawan bangsa  dengan mengadakan upacara kemerdekaan serta  bendera – bendera Merah Putih berkibar menghiasai jalan-jalan untuk merayakan HUT negara ini yang ke –  72.

Sebenarnya apa pengertian Merdeka…?,  dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) ,  Merdeka adalah di saat Suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Sudah 72 tahun lamanya negara ini mendapatkan kebebasan.  sejak waktu itu bangsa ini mulai berlayar dengan bebas untuk menjadi bangsa yang lebih baik, bangsa sejahtera,  bangsa adil dan bangsa yang makmur. Perubahan apa yang telah bangsa ini alami selama waktu yang cukup lama ini. Apakah bangunan – bangunan megah yang sudah berdiri tegak di bangsa ini mendadakan arti kemerdekaan yang hakiki…?. Apakah masyarakat bangsa ini terutama yang bertempat tinggal di pelosok-pelosok juga merasakan kemerdekaan,  sebuah kebebasan dari penghambaan ataupun penjajahan…? Ataukah kemerdekaan negara ini hanya dirasakan oleh seorang pemimpin dan para pejabat – pejabat tinggi yang tidak pernah menoleh akan kehidupan rakyat jelata…?.

Negara adalah sebuah organisasi besar yang mana di dalamnya terdapat tiga komponen.  Pertama adalah seorang pemimpin sebagai nahkoda suatu negara.  Bagaimana mereka  mengatur dan membawa negara ini menjadi bangsa yang sejahtera,  adil dan makmur. Kedua adalah seorang pejabat yang bertugas membantu seorang pemimpin demi tercapainya suatu negara sesuai dengan keinginan yang terdapat didalamnya.  Serta komponen yang terakhir adalah masyarakat. Mereka juga termasuk dalam bagian suatu negara yang berhak untuk ikut andil  memajukan sebuah bangsa dan merasakan sebuah kemerdekaan.

Lalu,  bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang sedang merayakan hari kemerdekaan negara nya yang ke-72…? Apakah mereka juga merasakan kebebasan dari penghambaan dan penjajahan….?  Ataukah hanya ikut berpartisipasi merayakan kemerdekaan bangsa ini meskipun tidak merasakan kemerdekaan yang sebenarnya…? Pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan realitas yang terjadi dikalangan kehidupan masyarakat,  mereka masih belum merasakan kemerdekaan yang sebenarnya . Baik dari segi ekonomi ataupun pendidikan. Banyak masyarakat yang masih kesusahan untuk mendapatkan kebutuhan hidup. Mereka harus mengorbankan  martabat dirinya dengan meminta-minta hanya untuk sesuap nasi.  Mereka hanya tidur di gubuk kecil yang penuh dengan tetesan air ketika hujan melanda bumi pertiwi ini hanya untuk mengantarkan tidurnya dengan harapan bisa merasakan kemerdekaan meskipun hanya didalam mimpi semata. Lebih mirisnya lagi para Pemuda-pemudi bangsa ini masih banyak yang tidak merasakan bangku sekolah dikarenakan ekonomi orang tua mereka yang tidak cukup untuk membiayai pendidikan putra – putri nya.  Mereka hanya meminta-minta dipinggiran jalan untuk membantu orang tuanya demi kebutuhan hidup nya. Padahal,  Pemuda-pemudi kita yang akan meneruskan bangsa ini.  Masa depan bangsa ini berada dikepalan tangan mereka. Lalu bagaimana nasib bangsa ini jika penerus nya buta akan ilmu pengetahuan.

Dimanakah letak keadilan seorang pemimpin sebagai kepala negara bagi masyarakat bangsa ini yang juga berhak merasakan keadilan. Apakah dia adalah pemimpin Tirani,  seorang pemimpin yang mengatur negaranya hanya untuk kepentingannya sendiri. Bagaimana dengan nasib rakyat disana yang sangat menginginkan kehidupan yang sejahtera jikalau seorang pemimpin tidak memerhatikan kehidupan rakyatnya. Apakah dia rela membiarkan rakyatnya mati kelaparan. Sedangkan para masyarakat mempercayainya sebagai kepala negara dengan harapan bisa menjalankan amanah yang di embannya. Pada kenyataannya,  masyarakat malah menjadi korban akan kekejiannya. Lalu bagaimana dengan para pejabat,  apakah mereka tidak bisa menegur kepala negaranya yang sudah tidak melaksanakan amanah yang sedang dipikul. Apakah mereka takut turun jabatan…?  Ataukah malah menjadi bagian konstitusi yang Oligarki.

Wahai Pemimpin dan pejabat bangsa. Kita memang hanya orang kecil yang tidak punya pangkat apa-apa.  Tapi,  kita juga termasuk bagian negara ini yang ingin merasakan kemerdekaan. Kita sangat mengharapkan kalian bisa membuka mata dan telinga untuk mendengar keluh kesah kami yang selalu ditemani kesusahan dan kelaparan. Apakah kita harus bersujud…?  Tidak,  kalian bukanlah Tuhan yang berhak mengatur hidup kita,  kalian juga manusia yang hanya mengemban amanah sebagai seorang pemimpin.

[1] M. Suhil Merupakan Salah satu Anggota PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp MAHABBAH (2016) Jurusan Tadris Bahasa Inggris. Saat ini Suhil berkecipung di Keilmuan (Intelektual Muda)

2 tanggapan untuk “MERDEKA…?

  • Oktober 25, 2017 pada 11:45 pm
    Permalink

    654969 285688woah i like yur website. It truly helped me with the details i wus seeking for. thank you, will save. 418955

    Balas
  • November 8, 2017 pada 4:58 pm
    Permalink

    591216 56691I recognize there exists lots of spam on this blog. Do you want support cleansing them up? I may possibly support amongst courses! 624117

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: