PAJAK UNTUK MENGURANGI TINGKAT KONSUMSI MASYARAKAT TERHADAP BARANG MEWAH

Pengertian pajak menurut Leroy Beaulieu, beliau merupakan sarjana dar iPerancis, menurutbukunya yang berjudul Traite de la Science des Finances, 1906, pajak adalah bantuan, baiks ecara langsung maupun tidak langsung yang dipaksakan oleh kekuasaan publik dari penduduk atau dari barang, untuk menutup belanja pemerintah. Sedangkan menurut Dr. Soeparman Soema hamidj aja dalam disertasinya yang berjudul “Pajak Berdasarkan Azas Gotong Royong”, Universitas Padjajaran, Bandung, 1964, menyatakan bahwa pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.

            Beberapajenispajak yang diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak, salah satunya adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). PPnBM adalah pajak yang dikenakan kepada impor barang yang tergolong mewah. Barang-barang yang tergolong barang mewah di antaranya adalah barang yang bukan termasuk kebutuhan pokok, barang tersebut hanya dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, dan sebagainya.

           Salah satu permasalahan yang terjadi di masyarakat Indonesia adalah perilaku konsumtif yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Konsumtif adalah membelanjakan uang dalam jumlah yang banyak atau besar. Di era globalisasi ini, tak sedikit masyarakat yang menginginkan mempunyai suatu barang yang diimpor langsung dari luar negeri. Padahal barang-barang yang dijual di dalam negeri pun tidak kalah saing. Namun, ada beberapa alasan mengapa perilaku konsumtif masyarakat akan barang mewah itu terjad, di antaranya adalah faktor dari dalam diri individu tersebut, di mana ia tidak pernah puas untuk menyenangkan dirinya sendiri dan dengan mengubah hidupnya menjadi semakin konsumtif adalah cara untuk memuaskan dirinya sendiri. Faktor lain yang menjadi alasan, seperti yang sudah dijelaskan di awal adalah adanya kemajuan di era globalisasi. Seperti misalnya para pengguna media sosial, mereka akan berlomba-lomba memamerkan gaya hidup mewah di akun masing-masing.

           Dengan diberlakukannya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bisa mengurangi perilaku konsumtif masyarakat Indonesia dan juga bisa melindungi produsen kecil atau produsentradisional. Apabila masyarakat Indonesia lebih bisa mengontrol keinginan merek adala h membeli produk mewah, maka pasar-pasar tradisional di Indonesia bisa terlindungi dan tidak akan terancam.

           Tarif yang dikenakan dalam PPnBMs esuai dengan UU No. 42 Tahun 2009 Pasal 8 adalah paling rendah 10% dan paling tinggi sebesar 200%. Namun jika Anda seorang pengusaha dan mengekspor barang mewah keluar negeri, maka tarif pajaknya adalah 0%.

           Seperti yang sudah dijelaskan di awal, barang-barang yang dikenakan PPnBM adalah barang-barang yang hanya digunakan oleh masyarakat tertentu. Lalu bagaimana dengan ponsel yang sebagian besar diimpor dari luar negeri? Kementerian Perindustrian pun masih ragu menerapkan PPnBM atas ponsel yang diimpor dari luar negeri. Hal ini terjadi karena jika memberlakukan PPnBM maka akan memudahkan ponsel-ponsel ilegal masukke Indonesia.

           Hal yang bisa dilakukan adalah, dengan mengembangkan atau mengoptimalkan pedagang-pedagang ponsel asli dari Indonesia. Jika hal ini bisa dilakukan, maka tidakakan ada keraguan dalam menerapkan PPnBM tersebut dan perilaku konsumtif masyarakat bisa teredam. Dipastikan juga agar tidak ada keterlambatan dalam pembayaran pajak tersebut. Bisa dilakukan dengan pengawasan yang ketat terhadap perusahaan yang baru saja mengimpor barang, dan benar-benar memastikan agar perusahaan tersebut tidak terlambat dalam membayar pajak.

           Kesimpulannya adalah, perilaku konsumtif masyarakat sangat berdampak besar bagi nasib pedagang-pedagang di dalam negeri. Penerapan Pajak Penjualan atas Barang Mewah kepada importir dapat mengurangi perilaku masyarakat yang suka membeli barang-barang yang tidak terlalu penting dan dapat melindungi nasib pedagang tradisional yang ada di dalam negeri.

Daftar Pustaka

CNBC Indonesia. 2018. Masalah Perpajakan RI Tak Pernah Beres Sejak 1983.https://www.cnbcindonesia.com/news/20180829113824-4-30739/masalah-perpajakan-ri-tak-pernah-beres-sejak-1983. 21 Maret 2019.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.Belajar Pajak.http://www.pajak.go.id/content/belajar-pajak. 21 Maret 2019.

Alban Leandri, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).https://www.online-pajak.com/pajak-penjualan-atas-barang-mewah-ppnbm. 21 Maret 2019.

Surtan Siahaan. 5 Hal Seputar Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang Perlu Anda Ketahui.https://www.online-pajak.com/5-hal-seputar-pajak-penjualan-atas-barang-mewah-yang-perlu-anda-ketahui.21 Maret 2019.

Fiki Ariyanti. 2019. Mengenal Hedonisme, Gaya Hidup Konsumtif yang Bisa Bikin Keuangan Merana.https://www.cermati.com/artikel/mengenal-hedonisme-gaya-hidup-konsumtif-yang-bisa-bikin-keuangan-merana. 23 Maret 2019.

Anondo, Daru. 2013.Perpajakan Di Indonesia : Suatu Pengantar Teoritis Tentang Sistem Dan Wajib Pajak. Jember : STAIN Jember Press.

%d blogger menyukai ini: