PEMUDA BUKAN BUDAK

Oleh : M Husain[1]

 

Budak adalah orang yang pada suatu kondisi di kontrol orang lain yang biasanya membantu bahkan memuaskan majikan dalam segala hal baik kepuasan hormonal maupun yang lain. Para Budan merupakan sekelompok manusia yang di miliki oleh seorang tuan atau majikan dan menjadi hak total sang majikan. Seperti barang yang di beli oleh konsumen setelah demikian menjadi hak penuh konsument tersebut. Perbudakan terjadi sudah sejak zaman dahulu, zaman dimana hanya mengedepankan otot dari pada otak, harta menjadi tolak ukur siapa yang berada di atas dan berhak memerintah yang di bawah inilah yang di sebut zaman jahiliyah. Begitupun dari zaman ke zaman perbudakan terjadi dimana mana dalam bentuk perbudakan kekerasan tanpa memiliki rasa kemanusiaan. Manusia bisa di beli dengan Uang sedang Uang di buat oleh manusia berarti uang tidak perlu di buat agar manusia lebih berarti dari pada uang.

Perbudakan memang tiada habisnya sampai saat ini masih banyak sekali perbudakan semacam demikian yang pada dasarnya sangat bertolak belakang dengan rasa kemanusiaan.

Zaman sekarang perbudakan sangat bermotif, kreatif, dan cerdas dengan banyaknya motif perbudakan mulai dari kekerasan sampai perintah dari sang majikan yang harus di penuhi dan wajib di laksanakan dengan adanya punishment bagi yang tidak mau melayani atau menuruti perintahnya.

Sedangkan di negara Indonesia tidak perlu di tanya lagi sudah berapa abad rakyat menjadi budak para penjajah negara asing, menjadi budak para pejabat negara yang rakus akan hak orang lain, dan menjadi budak rakyat itu sendiri. Namun perbudakan dari zaman dahulu dengan masa modern ini berbeda motifnya yang dulu menggunakan kekerasan dan kekejaman fisik namun saat ini menggunakan kekerasan otak, kelicikan, dan kekejian yang tanpa terlihat mata (Abstrak).

Pemuda menjadi punggawa negara ini dengan intelektual, keberanian, ketangguan dan pendirian untuk menjaga bangsa dari serangan atau ancaman dari siapapun. Pemuda seperti demikian tidak banyak di negara iniBudak adalah orang yang pada suatu kondisi di kontrol orang lain yang biasanya membantu bahkan memuaskan majikan dalam segala hal baik kepuasan hormonal maupun yang lain. Para Budan merupakan sekelompok manusia yang di miliki oleh seorang tuan atau majikan dan menjadi hak total sang majikan. Seperti barang yang di beli oleh konsumen setelah demikian menjadi hak penuh konsument tersebut. Perbudakan terjadi sudah sejak zaman dahulu, zaman dimana hanya mengedepankan otot dari pada otak, harta menjadi tolak ukur siapa yang berada di atas dan berhak memerintah yang di bawah inilah yang di sebut zaman jahiliyah. Begitupun dari zaman ke zaman perbudakan terjadi dimana mana dalam bentuk perbudakan kekerasan tanpa memiliki rasa kemanusiaan. Manusia bisa di beli dengan Uang sedang Uang di buat oleh manusia berarti uang tidak perlu di buat agar manusia lebih berarti dari pada uang.

Perbudakan memang tiada habisnya sampai saat ini masih banyak sekali perbudakan semacam demikian yang pada dasarnya sangat bertolak belakang dengan rasa kemanusiaan.

Zaman sekarang perbudakan sangat bermotif, kreatif, dan cerdas dengan banyaknya motif perbudakan mulai dari kekerasan sampai perintah dari sang majikan yang harus di penuhi dan wajib di laksanakan dengan adanya panisman sebab pemuda saat ini banyak yang menjadi penumpang bis tidak mau menyetirnya sendiri, terjadi penyetiran terhadap pemuda sehingga terkunkung dalam botol tidak bisa bergerak bebas yang akan mengakibatkan pemuda memiliki paradigma yang salah dari konsumsi di setiap tongkrongan kopinya.

Berbicara pemuda maka sangat berkorelasi dengan mahasiswa sebab mereka adalah manusia pendidikan yang masih dalam proses mencari ilmu. Mahasiswa merupakan pemuda yang sedang mencari ilmu di perguruan tinggi atau sebuah universitas dan mahasiswa sangat mengambil peran penting dalam sejarah semua negara.

Mahasiswa menjadi jantung negara akan di bawa kemana namun saat ini mahasiswa sangat cerdas dan intelektualnya sangat luar biasa bahkan politik sangat memahaminya namun bagaimana ketika ketika pemuda tanpa gerakan ? Apa penyebabnya ? Siapa penyebabnya ?

Mahasiswa sebagai agen of change harus berani melawan siapapun yang salah dan membela siapa yang benar untuk membangun sebuah kelompok atau negara yang sejahtera. Mahasiswa banyak sekali yang di setir oleh atasan bahkan organisasi organisasi mahasiswa yang merupakan aset berharga di negara saat ini Menjadi serakah dan memiliki majikan yang harus bekerja dengan untuk mendapat gaji / imbalan.

Organisasi mulai di pegang oleh para pejabat untuk sebuah kepentingan pribadi atau hanya sekelompok petinggi untuk melancarkan aksinya.

*ashgar ali angineer mengatakan : orang orang kafir adalah orang yang menumpuk harta dan membiarkan kezholiman terjadi di lobang kehidupan sedang orang mukmin sejati bukanlah orang yang hanya meyakini Adanya Tuhan namun juga menegakkan keadailan untuk kebaikan.

Pemuda yang sekarang harus sama dengan jiwa pemuda yang dulu, berani membela kebenaran tanpa ada.maksud lain di dalamnya. Maka dari itu, pemuda hanya ngopi setiap malamnya, diskusi setiap waktunya, namun aplikasi belum di laksanakan.

 

 

[1] M Husain Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GERANATH (2015) Prodi PGMI

40 tanggapan untuk “PEMUDA BUKAN BUDAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: