PERKEMBANGAN NALAR INTELEKTUAL

 

Oleh : Irfan Supandi[1]

 

Otak manusia meruapakan kumpulan massa protoplasmas yang paling kompleks yang terdapat dalam semesta. Otak dapat berfungsi aktif dan reaktif selama lebih kurang seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat pengelola nalar intelektual manusia didalam Neokonteks. Nalar intelektual manusia berkembang sejalan dengan pertumbuhan syaraf otak yang telah mencapai fase matang. Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan intelek ditandai dengan prilaku, tindakan menolak dan memilih sesuatu, yang telah mengalami proses analisis, evaluasi, sampai menarik kesimpulan dan keputusan.

Perkembangan Nalar Intelektual manusia berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, dapat terbantu oleh rangsangan-rangsangan (Stimulus) yang sesuai dengan krakteristiknya. Karena setiap manusia memiliki cara belajar/krakteristik yang paling menonjol dalam menyerap pengetahuan. Pengkategorian krakteristik/cara belajar dalam perkembangan nalar intelektual ini, bukan berarti bahwa setiap manusia hanya memiliki salah satu krakteristik yang ada. Melainkan pengkategorian ini merupakan pedoman bahwa setiap manusia memiliki krakteristik yang paling menonjol dalam menyerap pengetahuan sehingga mampu dan lebih mudah memahami apa yang sedang di pelajarinya. Krakteristik/cara belajar manusia diantaranya :

  1. Visual

Kemampuan belajar yang ditandai dengan cirri-ciri diantaranya : Rapi dan teratur, Berbicara dengan cepat, Mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik, Teliti dan rinci dan lebih mudah mengingat apa yang dilihat dari apada apa yang didengar.

  1. Auditorial

Kemampuan belajar yang ditandai dengan cirri-ciri diantaranya : Sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja, Mudah terganggu suara keributan atau berisik, Lebih senang mendengarkan dari pada membaca, Dapat menirukan nada, irama dan warna suara dan Suka berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar.

  1. Kinestetik

Kemampuan belajar yang ditandai dengan cirri-ciri diantaranya : Berbicara dengan perlahan, Belajar dengan praktek langsung atau menipulasi, Banyak menggunakan bahasa tubuh, Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi dan pada umumnya tulisannya jelek.

Perkembangan Nalar Intelektual manusia mampu cepat berkembang bukan hanya karena cara belajar/krakteristik yang paling menonjol dari mereka. Tetapi juga terdapat factor-faktor pendorong yang sangat urgen dalam mengembangkan nalar intelektualnya. Seperti : Pertama, Faktor Pendidikan. “Peserta didik (SD,SMP,SMA dan Kuliah) akan jauh kapasitas intelektualnya dari pada seorang yang tidak mengemban pendidikan. Kedua, Faktor Organisasi/Lingkungan/TemanSahabat/I Pergerakan yang mengikuti Diskusi (Intelektual Muda dan Miras Diskusi Filsafat) akan lebih luas pemikiran, analisa dan Intelektualnya dari pada sahabat/i yang tidak mengikuti didkusi.

Pengaruh Lembaga pendidikan, organisasi, lingkungan dan teman. sangat urjen sebagai factor-faktor pendorong dalam perkembangan tingkat nalar intelektual manusia. Ide-ide, teori-teori, norma-norma dan nilai-nilai, Intraksi, komonikasi dan permasalahan akan mulai dipelajari dan dipahami oleh manusia dilembaga pendidikan, organisasi, lingkungan dan teman, yang nantinya manusia mulai lebih berfikir, menganalisis, dan mulai mempertimbangkan hal-hal yang harus dilakukan dalam mengambil sebuah keputusan. Bukan hanya itu pula, nalar intelektual manusia akan mulai terbangun dengan adanya proses yang berkelanjutan serta tidak lepas dari keinginan manusia itu sendiri. Aku Berfikir Maka Aku Ada merupakan suatu ungkapan Filosuf ulung Renedescartes yang sudah tidak asing lagi kita kenal tentang eksistensinya, Karena bagaimana pun juga peranan berfikir sangat kental dengan aktivitas kita sehari-hari, konsekwensi kita sebagai mahluk hidup tidak akan lepas dengan yang namanya “masalah”, dengan masalah kita akan dihantarkan pada kedewasaan, dengan masalah pula kita akan dihantarkan pada keterpurukan, semuanya akan kembali kepada bagaimana kita mampu memaksimalkan proses berfikir yang kita miiki.

 

 

[1] Irfan Supandi / Cak Pandai  Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp GRANAT (2015), Prodi MPI  Semester 6. Cak Pandai  saat ini menjadi Seketaris Penanggung Jawab Advoger Korp Granat 2015,  berproses di Intelektual Muda,  Anggota Metra Post. Dan enjadi pengurus Baadan Eksektif Mahasiswa (BEM) FTIK IAIN Jember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: