Robot  Pembantu atau Pesaing ?

Q. Aynan

 

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, robot sudah seharusnya menjadi perhatian. Semakin lama, robot semakin mirip dengan manusia. Robot telah mampu melakukan pekerjaan dari yang sederhana hingga pekerjaan yang rumit.  Robot berasal dari bahasa Ceko “Robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak kenal lelah dan bosan. Sesuai namanya, robot tidak membutuhkan istirahat/tidur dan karbohidrat. Ketika robot telah kehabisan daya, maka cukup dengan mengisi ulang dayanya atau mengganti baterainya. Bentuk robot bermacam-macam, dari yang sederhana hingga menyerupai binatang atau manusia. Umumnya, robot terbuat dari logam. Tujuannya agar mempunyai fisik yang kuat supaya memudahkan pekerjaan manusia.

Dalam memperoleh pengetahuan, robot tidak perlu menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga level perguruan tinggi. Berbeda dengan manusia, robot tak perlu susah-susah untuk membaca buku yang tebal-tebal. Dengan kecerdasan buatan (AI), robot mampu menyerap pengetahuan dan informasi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Robot tidak hanya mampu melakukan pekerjaan yang sifatnya teknis tetapi juga membuat keputusan yang terprogram berdasarkan algoritma. Di sisi lain, robot berpotensi menyaingi manusia dengan segala kemampuannya. Stephen Hawking pernah menyatakan di BBC bahwa kecerdasan buatan bisa menjadi penyelamat atau penghancur ras manusia. Banyak profesi yang terancam tergantikan oleh robot, salah satunya sopir. Setelah sebelumnya di bidang transportasi udara sudah terdapat pilot otomatis, kini di bidang transportasi darat telah ada mobil-mobil yang tak perlu sopir untuk mengemudi. Untuk menanggapinya, bukan robot yang dihambat kemajuannya melainkan manusia yang harus memacu kemampuannya. Sudah sepantasnya kita bertanya: bagaimana peran manusia di masa mendatang ?

40 tanggapan untuk “Robot  Pembantu atau Pesaing ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: