SEBATAS PENDENGARAN

 

Oleh : Nurul Hidayat[1]

Betapa sempurnanya kolaborasi ciptaan Allah Swt. Dengan beragam bentuk dan perbedaan yang dimiliki setiap manusia hingga menjadikan sesuatu penuh dengan keindahan. Ketika suara keluar dari rongga tenggorokan dan terlontarkan oleh lisan setiap insan, spontanitas telinga merespon dengan bentuk pendengaran. Disambung dengan adanya nalar akal menyambungkan pada sebuah pemahaman bagi pribadinya masing-masing.

Namun dari perbedaan disana, yang namanya perbedaan pastinya penuh kontradiksi. Ada kalanya manusia yang merespon secara baik dan ada pula yang merespon dengan nalar fikir yang kurang baik, yah katakan saja buruk. Langsung saja kita larikan pada fakta realita, ketika adzan berkumandang memberitahukan bahwa waktu sholat sudah tiba dan iqomah pun dikumandangkan pertanda sholat akan dimulai. Masih saja saya temukan di beberapa kalangan pemuda yang hanya mendengarkan kumandangan tersebut sebatas di telinga saja. Akal yang menyadari bahwa sholat itu adalah suatu kewajiban yang harus kita taati walaupun Sang Pencipta tidak pernah butuh peribadahan kita selaku makhluk. Namun masih saja kesadaran dalam jiwa mereka tertutup oleh perihal nafsu duniawi. Asik duduk santai berbincang-bincang dengan kawan seperjuangan tanpa mengindahkan ajaran syariat yang terikat dalam setiap pribadi seorang muslim. Dan adapula pemuda yang merespon beriringan dengan bentuk tindakan mereka dengan menjalankan ajaran syariat tersebut. Tiada lain tiada bukan berdasarkan pada kesadaran jiwa masing-masing.

Ibadah ketika di pamerkan memang tidak baik, karena bisa lari pada riya’ ataupun ujub. Riya’ adalah sifat dalam hati seseorang yang merasa bahwa dirinya telah berbuat kebaikan dan kemudian dipamerkan pada lingkungan di sekitarnya. Adapun ujub juga sifat dalam hati seseorang yang merasa karena dirinyalah seseorang bisa berbuat kebaikan. Kalau bukan karena saya dia tidak mungkin berbuat baik, yah itulah ungkapan dalam hati seseorang yang ujub. Ibadah adalah rahasia antara seorang hamba dengan penciptanya. Tidak sepantasnya ketika seseorang melakukan suatu kebaikan ataupun beribadah kemudian di publikasi dengan dalih agar orang lain tau bahwa dirinya telah berbuat hal tersebut. Sangat disayangkan sekali apabila kita sampai demikian.

Sang penulis bukanlah sosok malaikat yang selalu suci dan bersih batinnya. Namun sang penulis hanyalah sebatas manusia hina yang sering bahkan berlangganan melakukan dosa. Namun perlu kita ingat sebuah hadits yang Rosulullah bersabda “lihatlah esensi perkataannya dan jangan kamu lihat siapa yang berkata”. Dari tendensi tersebut sudah jelas sekali bahwa ketika seseorang melihat siapa yang berkata, maka terkikis sudah secara perlahan kesadaran dalam jiwanya.

Menurut sebuah ungkapan yang fenomenal di kalangan para pembaca sosok pram mengatakan “seorang yang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”. Maka sangatlah rugi disaat kita menguasai sebuah ilmu pengetahuan namun kita lalai akan pengetahuan tersebut dalam tindakannya.

 

 

[1] Mohammad Nurul Hidayat /Alung Merupakan Salah satu Anggota PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp MAHABBAH (2016) Jurusan PAI

3 tanggapan untuk “SEBATAS PENDENGARAN

  • November 4, 2017 pada 11:10 pm
    Permalink

    953038 640732There is noticeably a great deal to know about this. I believe you created some good points in features also. 347943

    Balas
  • Desember 28, 2017 pada 2:39 am
    Permalink

    I’m curious to find out what blog platform you have been using?
    I’m having some small security issues with my latest site and I would like to find
    something more risk-free. Do you have any suggestions?

    Balas
  • Februari 8, 2018 pada 9:28 am
    Permalink

    I blog often and I genuinely thank you for your content. This great article has really peaked my interest. I am going to bookmark your site and keep checking for new information about once per week. I opted in for your Feed too.
    [url=http://viagrasildenafilbsl.com/]medix[/url]
    viagra for teens
    viagra for women over 50

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: