SRIKANDI NEGERI (Perempuan Figur)

Oleh: Ida Nuril Imama (Metra Post)

Perempuan adalah makhluk yang memiliki kelembutan, taat dan sabar,namun terkadang juga lemah. Seperti itulah konstruk yang mengakar di masyrakat karena adanya budaya patriarki. Sebuah konstruk yang mengakar dari generasi ke generasi sehingga hal demikian sulit untuk dihilangkan apalagi dirubah. Kondisi seperti ini biasanya terdapat diwilayah pedesaan dengan sistem paguyuban yang kental sehingga masyarakatnya sulit menerima perubahan. Masyarakat seperti demikian pada umumnya lebih “mendewakan” tuturan orang-orang terdahulu.

Seperti halnya perempuan, terkonstruk oleh budaya sebagai “pasangan sejati” bagi rumah dan dapurya. Sejatinya hal demikian adalah kewajiban namun bukan halangan untuk perempuan berada diranah publik untuk menunjukkan eksistensi dirinya dan berkarya serta beraktualisasi sesuai dengan bidangnya.

Bukan menjadi wacana baru tentang keberadaan perempuan diranah publik. Sejak lama banyak diperdebatkan sehingga memunculkan pro dan kontra karenanya. Namun perdebatan tersebut sedikit banyak masih berpihak pada keotoriteran laki-laki yang mana hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang urgen dalam kepemimpinan seseorang dipublik.

Terlepas dari hal tersebut, pada dasarnya Sang Pencipta tidak pernah mendiskriminasi makhluknya dalam hal ini adalah manusia. Karena Dia menciptakan manusia adalah sama hanya keimanan dan ketaqwaannya saja yang berbeda. Oleh karena itu, bukan menjadi permasalahan jika perempuan muncul diranah publik.

Saat ini bersyukurlah para wanita telah memiliki ruang gerak yang cukup daripada beberapa tahun silam.Kuota 30% telah dapat diduduki dikursi pemerintahan. Ini merupakan bukti bahwa perempuan saat ini dapat di pertimbangkan keeksistensiannya.

Beberapa perempuan sebagai uswah dan figur publik seperti Megawati Soekarno putri, mantan Presiden Republik Indonesia, dan anaknya sekarang menjadi mentri Kebudayaan (Puan Maharani), Khofifah Indar Parawangsa sebagai menteri sosial, Susi Puji Astuti sebagai Mentri kelautan dan Perikanan, Tri Risma Harini sebagai walikota Surabaya dan Ibu Faidah sebagai Bupati Jember .

Perempuan-peremuan hebat tersebut kiranya dapat menjadi uswah dan cermin bahwa antara perempuan dan publik dapat bersahabat dan berjalan beriringan. Dengan keberadaan mereka menunjukkan bahwa bukan merupakan hal yang mustahil untuk diraih. Semua itu tergantung bagaimana kualitas diri perempuan juga harus selalu ditingkatkan sehingga dapat diperhitungkan diranah publik.

Mirisnya, keberadaan perempuan diranah publik sedikit banyak didapati “krisis kepercayaan” baik dari laki-laki ataupun kaum hawa itu sendiri, tentunya hal tersebut akibat dari budaya patriarki yang mengakar seperti yang saya paparkan di awal. Namun seyogianya hal terseut bukan menjadi bumerang untuk melangkah lebih jauh, artinya perempuan harus dapat bertahan dan memantapkan diri.

Pada kajian GADIS (Gabungan Diskusi Sahabati) sahabati Aifi (ketua Kopri Jember) mengatakan “Kepemimpinan perempuan disana akan ada perbedaan dengan kepemimpinan laki-laki pada umunya, namun masalahnya adalah terdapat krisis kepercayaan disana,oleh karenanya kita harus tetap bertahan”.

IbuPuan Maharani (Mentri Kebudayaan) pada Mata Najwa On Stage Jember, beliau mengatakan bahwa “ ketika peremuan memimpin maka ia akan cenderung menginginkan kesempurnaan, sehingga cerewet  diperlukan dsana, sehingga perempuan harus turun lapangan dan menemukan kekurangan itu sendiri dan menghasilkan sesuatu yang ideal”. Selain itu bupati jember ibu Faidah mengatakan bahwa “perempuan itu sangat identik dengan hati, sehingga kepemimpinan perempuan akan memimpin dengan hati”.

Perempun diatas bukan karena faktor keberuntungan yang memihak namun karena kualitas yang mereka miliki juga mengantarkan mereka keranah pubik . Oleh karena itu sahabati-sahabati seyogiyanya mampu menjadi generasi perempuan hebat selanjutnya dengan terus memberikan amunisi intelektual dan peningkatan kualitas diri lainnya.

Satu tanggapan untuk “SRIKANDI NEGERI (Perempuan Figur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: