URGENSITAS PMII DALAM PENGEMBALIAN MUTIARA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : M.Husain & Irwansyah Giovani Ibrahim*

ABSTRAK

Kualitas pendidikan di inonesia tergolong sangat memprihatinkan. Perringkat pendidikan indonesia jauh tertinggal dari negara negara lain yang mana saat ini sudah di hadapkan dengan MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) tentu persaingan akan sulit bersaing  dalam segala hal melihat pendidikan di Indonesia. Peran pemerintah sangat di butuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia tanpa ada wadah yang memadai maka tidak akan meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, kualitas layanan serta kenyamanan merupakan salah satu kepuasan siswa dalam menempuh pendidikan.

Karya ilmiah ini  mencoba untuk mengetahui pengaruh kualitas lembaga, profesinaltas guru, dan kehidupan lingkungan sekitar yang mempengaruhi jalannya pendidikan. Target yang di gunakan peneliti yakni Mts sa Miftahul huda.  sampel yang di gunakan adalah guru 25%, Masyarakat 10% dan pengalaman penulis 65%.

Hasil karya ilmiah ini menunjukkan bahwa kualitas guru, sistem sekolah, fasilitas sekolah, dan kehidupan warga sekitar berpengaruh sangat signifikan terhadap kualitas siswa dalam belajar, kualitas guru dalam mengajar, dan kualitas suatu lembaga dalam peningkatan kualitas pendidikan.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Pendidikan merupakan proses untuk mencapai tujuan tertentu yang pada akhirnya akan menciptakan orang orang yang berintelektual dan berkemampuan khusus yang sesuai dengan potensi setiap individu dan pendidikan sangat urgen bagi masyarakat indonesia dengan di wajibkannya sekolahnya 12 tahun untuk mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa namun pada kenyataannya pendidikan indonesia sekarang ini menunjukkan kualitas yang rendah dengan bukti berdasarkan survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) 2015, terhadap kualitas pendidikan di Negara negara berkembang di Asia Pacifik, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara (www.taralite.com).

Kita ketahui bersama pendidikan di indonesia tidak merata keseluruh wilayah nusantara terlebih pada desa terpencil yang sangat minim perhatian pemerintah dalam segi pendidikan, pendidikan yang istimewa dan mewah hanya untuk kota kota saja sedangkan yang di desa pendidikan dari segi bangunan bahkan tidak layak untuk di gunakan atau di tempati apalagi kualitas di dalamnya. Oleh sebab itu, pemerintahan kependidikan harus memperkuat mutu pendidikan baik berbasis akademisi mampun non akademisi dan memperluas bagi maasyarakat untuk memdapatkan pendidikan yang layak dan nyaman karena pendidikan merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat dalam melawan kebodohan dan ketertindasan.

 

  1. Identifiksai Masalah
  2. Urgensitas pendidikan di indoensia
  3. Rendahnya Kualitas pendidikan di indonesia
  4. PMII dalam pengembalian mutiara pendidikan di indonesia
  5. Rumusan Masalah
  6. Apa pengertian pendidikan ?
  7. apa saja yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan di indonesia ?
  8. Bagaimana peran Urgensitas PMII dalam pengembalian mutiara pendidikan di Indonesia ?

 

  1. Tujuan Penulisan
  2. Untuk mendeskripsikan pengertian pendidikan ?
  3. Untuk mengetahui pengaruh rendahnya kualitas pendidikan di Indoneisa ?
  4. Untuk mengetahui peran Urgensitas PMII dalam pengembalian mutiara pendidikan di Indonesia ?
  5. Manfaat Penulisan
  6. memberikan wawasan tentang kondisi pendidikan di Indonesia
  7. dapat memecahkan problematika dalam pendidikan di Indoneisa

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Pengertian Pendidikan

Sebelum kita membahas mengenai permasalahan–permasalahan pendidikan di Indonesia, sebaiknya kita melihat definisi dari pendidikan itu sendiri terlebih dahulu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.

(Mudyahardjo, 1995) Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter,kekuatan batin), pikiran(intellect) dan jasmani anak anak selaras dengan alam dan masyarakat.  Sedangkan sebagaimana tertulis dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, yakni: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

(Tirtarahardja,2010) Pendidikan merupakan proses terus menerus yang tiada henti atau bisa di katakan pendidikan sepanjang hidup, artinya manusia akan terus membenahi diri untuk menjadi lebih baik. Namun berbanding terbalik dengan pendidikan di indonesia yang terlalu banyak problematika tidak berkesudahan sehingga berdampak kerugian tersendiri bagi anak bangsa dalam menuntut ilmu, Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan, antara lain guru, kurikulum, sarana prasarana, lingkungan belajar dan masyarakat serta pemerintah. Dalam pembelajaran guru dituntut harus profesional dalam melaksanakan tugasnya dan para siswa harus terlibat aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran, dan ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai terutama kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan potensi yang di miliki agar menjadi siswa yang terampil dan berkarya.

Kemajuan ilmu teknologi dan informasi pada saat ini tidak dapat di hindari melainkan harus di pelajari terutama dalam dunia pendidikan karena akan membawa dampak tersendiri bagi pendidikan tersebut terutama kemajuan ilmu berbasis teknologi bagi sanak sanak dalam setiap lembaga pendidikan, teknologi di era globalisasi sudah menjadi persaingan kuat antar negara untuk menciptakan ekonomi yang kuat sehingga dapat masuk pada tataran tertinggi negara yang memiliki ekomoni besar yang bisa di katakan untuk kesejahreraan rakyat. Hal ini membutuhkan kemampuan otak yang cerdas dan ulet serta keterampilan anak bangsa yang akan membawa citra bangsa lebih baik. Namun tidak dapat di pungkiri bahwa masyarakat indoensia masih berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini berbanding terbalik dengan sebagaimana tujuan pendidikan indonesia yang ingin mencerdaskan anak bangsa ketika melihat mirisnya kemiskinan merajalela yang rakyatnya hidup bergelantungan beratapkan kardus sampah yang di pungut di jalanan. Benar saja hal ini menjadi salah satu penyebab pendidikan belum bisa di rasakan oleh semua kalangan masyarakat indonesia.

  1. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan yakni sebagai berikut (http://gurunyailmu.blogspot.com) :
  2. Mahalnya biaya pendidikan

Hal ini merupakan salah satu penyebab banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang tidak dapat menikmati pendidikan berdasarkan data kementrian pendidikan nasional jumlah siswa SMP sederajat terdapat sekitar 12 juta anak yang tidak bersekolah (Kompas, 09/09/2010). Kita harus terbuka melihat realitas yang terjadi tanpa menyembunyikan melihat realitas yang terjadi, belum lagi tingkat MI sederajat dan SMA sederajat ini menjadi ketimpangan sosial bagi masyarakat karena pendidikan yang berkasta terdikotomi oleh sistemnya sendiri. Oleh Karena itu, berbicara tentang biaya pendidikan pastinya tidak akan habis-habisnya dan tidak akan terselesaikan dengan semudah membalikan telapak tangan. Hal tersebut dikarenakan mengingat masih banyaknya masyarakat miskin di Negeri tercinta ini yang belum dapat menikmati pendidikan. Meskipun biaya pendidikan dianggarkan sebesar 20 persen dari APBN dan ditambahkan lagi dari APBD, namun masyarakat masih berjuang dalam mengisi perut yang kecil dan untuk menikmati pendidikan tentunya masih hanya dalam angan angan. Dana BOS dan lainnya hanya formalitas ketikaa di benturkan dengan bukti konkrit mereka harus membayar biaya sedikit demi sedikit yang lama menjadi bukit.

  1. Rendahnya Kualitas sarana prasarana

Misalnya sarana fisik, banyak sekali sekolah yang gedungnya belum di perbaiki karena rusak, media teknologi yang kurang lengkap, laboratorium yang minim sarananya, dan buku perpustakaan yang kurang lengkap bahkan banyak pula sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri sehngga proses pembelajaran kurang maksimal bahkan jauh dari kata kenyamanan. Media sangat urgen dalam pendidikan sebagai pengantar atau alat untuk memahamkan siswa dalam pelajaran pelajaran tertentu.

  1. Rendahnya kualitas guru

Banyak sekali guru hanya mengajar setelah itu pulang yang seharusnya tugas guru dalam UU no 14 tahun 2005 tugas guru bukan hanya mengajar melainkan membimbing, mendidik, dan mengarahkan untuk menciptakan kesejahteraan  dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru lulusan SMA menjadi salah satu bahan analisis kami yang berarti pengawalan dari berbagai punggawa dalam pendidikan masih rendah dan kurang sistematis. Sebab banyak sekali guru  yang mengajar tidak sesuai dengan sertifikasinya atau lulusan yang sudah di tempuh sehingga mengakibatkan problem yang sangat besar bagi perkembangan dan kecerdasan peserta didik dalam suatu pemehaman mengenai pelajaran yang sedang di tempuh.

  1. Rendahnya Sistem Kedisiplinan

Pada saat ini banyak sekali sekolah yang longgar terhadap pelanggaran kecil sehingga kurang tegasnya kebijakan membuat guru, staf, mapun siswa mengentengkan hal hal yang sifatnya masalah kecil sehingga banyak ketidakdisiplinan yang terjadi seperti kasus kemaren Guru PNS waktu jam mengajar malah berada di luar sekolah dan Guru PNS waktu upacara rutinan malah main android asyik dengan dunianya sendiri tanpa memikirkan dampak dari yang telah di lakukan.  Hal semacam ini  termasuk salah yang membuat tingkat kedisiplinan sangat rendah pada pendidikan di negara ini.

BAB III

METODE PENULISAN

  1. Persiapan

Persiapan merupakan rangkaian kegiatan sebelum memulai pengumpulan data, pengelolahan data, sampai hasil akhir penelitian. Tahap persiapan yang kami lakukan yaitu :

  1. Menentukan kebutuhan data
  2. Survey lokasi untuk mendapatkan gambaran
  3. Pengumpulan data

Dalam proses perencanaan perlu analisis dan ketelitian yang cukup, semakin problem yang di angkat rumit maka semakin Kompleks pula analisis yang akan di lakukan.

Metode pengumpulan data di lakukan dengan cara :

  1. Observasi

Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap lokasi untuk mengetahui kondisi lapangan.

  1. Wawancaara

Yaitu melakukan tanya jawab langsung dengan Masyarakat sekitar di lokasi lapangan.

  1. Pengalaman

Penulis merupakan salah satu siswa kecil dari beberapa siswa yang berpendidikan di Mts sa Miftahul huda selama 3 tahun di baringi selama 6 tahun sekolah di MI miftahul huda yang merupakan satu kelembagaan sehingga banyak mengetahui sebelum menginjakkan kaki ke tingkat SMP/Mts nya.

BAB IV

PEMBAHASAN

  1. Identifikasi masalah

Mts merupakan sekolah tingkatan menengah sederajat dengan SMP/SLTP yang di wajibkan untuk di tempuh oleh peserta didik dalam rangka melaksanakan kewajiban sekolah 12 tahun berada pada tingkatan 7-9 tahun wajib pendidikan, dalam perintahan juga membedakan antara sekolah berbasis agama dan berbasis umum seperti MI,Mts, dan MA merupakan sekolah berbasis agama yang dinaungi oleh Kementrian Agama (KEMENAG) sedangkan SD,SMP,SMA/K di naungi oleh Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (KEENDIKBUD). Dalam hal ini penulis akan menjabarkan penelitian mengenai sekolah Mts sa Miftahul Huda yang berada di suatu desa terpencil bahkan terpinggir di kecamatan gumukmas, jember selatan. lembaga ini merupakan satu-satunya sekolah di desa dan berbasis pondok pesantren yang pada awalnya melalui proses dari SMP terbuka berganti baju menjadi Mts Al Halim kemudian berubah nama menjadi Mts sa Miftahul huda dengan bungunan sendiri dengan bantuan dari pemerintah yang jumlah siswanya hanya 10-15/kelas. Bangunannya terlihat  sangat bagus namun setelah berjalan tahun demi tahun standart pendidikan pada Mts ini berjalan lurus saja sehingga standart pendidikan belum tercapai seperti harapan pendidikan pada umumnya, banyak kekurangan dalam sekolah ini mulai dari sistem yang di gunakan yaitu sistem KTSP/kurikulum 2006 yang kurang terlaksana secara maksimal. Dalam kurikulum 2006 ini siswa di tuntut untuk aktif berperan dalam pembelajaran namun kenyataaannya sekitar 80% siswa pasif cenderung pasif dengan ketidaktahuan Bahkan benar benar tidak faham. Oleh karen itu, sistem sekolah seharusnya di kemas sebagus mungkin dan memaksimalkan berbagai hal mulai dari kualitas baik guru maupun siswa sampai pembelajaran yang efektif dan efisien agar output lulusannya tidaknya hanya nlai yang di banggakan namun hasil dan penerapan kegiatan pembelajaran itu masih di implementasikan ke jenjang berikutnya sehingga bisa sukses dalam segi pengetahuan dan penerapannya.

Banyak faktor yang menjadi sebab pendidikan Mts sa Miftahul huda ini sangat mimim siswanya, Lingkungan kurang mendukung merupakan salah satu pengaruh pendidkan tersebut tidak bisa maju dan berkembang karena masyarakat masih sangat minim pemahaman mengenai pendidikan berdasarkan tanya jawab kepada salahsatu warga disana yang mengatakan bahwa “buat apa sekolah tinggi ujung ujungnya nanti menjadi buruh tani sedang perempuan di dapur menghabiskan biaya saja mendi disini membantu orang tua mengais rezeki” miris rasanya melihat pendidikan yang kurang di pandang oleh masyarakatnya bahkan bukan hanya mereka (anak) menjadi korban tidak meraskan pendidkan namun juga bekerja keras membanting tulang mengikuti jejak orang tuanya. Kesejahteraan pendidik, ekonomi guru juga tidak jauh berbeda dengan masyarakat sekitar yang juga bekerja keras dalam pertanian sehingga guru kurang maksimal dalam proses mengajar dan proses pembelajaran yang berdampak berkelanjutan bagi siswa siswi di lembaga ini. Di  samping itu, di lihat dari kacamata perlengkapan yang ada pada lembaga ini masih sangat minimum terlebih mengenai teknologi sebagai media pembelajaran yang praktis bagi guru dalam memahamkan siswa. Pada saat penulis masih menuntut ilmu disana perlengakapan seperti komputer hanya ada satu buah komputer itu pun berada dalam ruang TU kantor yang di gunakan untuk menyimpan data data kantor sehingga pada saat itu masih ada mata pelajaran Teknologi informasi komputer (TIK) sangat tidak maksimal baahkan minim prakteknya  yang mengakibatkan ketidak pahaman siswa terhadap teknologi (gagap teknologi). Kemudian yang terakhir adalah kualitas guru yang msih di bawah standart sebab beberapa dari guru banyak yang kuliah saat ada tuntutan terhadap guru yang artinya kuliahnya hanya untuk mengejar tuntutan tersebut.

  1. Analisis masalah

di zaman modern ini, pendidikan mulai di persulit oleh sistem. Pendidikan yang pada hakikatnya adalah sebagai ketenangan hidup manusia. Mulai canggihnya teknologi terjadinya mobilitas, pemetakan lembaga pendidikan dimana ada golongan golongan lembaga pendidikan untuk yang kelasnya menengah ke atas dan kelasnya menengah kebawah. Dari sini sudah terjadi pemetakan yang seharusnya pendidikan itu untuk pengembangan potensi seluruh manusia seumur hidupnya. Di atas sudah di jelaskan bagaimana kekurangan-kekurangan pendidikan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Dari terjadinya mobilitas di lembaga pendidikan yang semakin menghilangkan mutiara pendidikan itu sendiri terjadi diskriminasi antara golongan atas dan golongan bawah. Yang mempunyai kekayaan bisa bersekolah di di lembaga pendidikan yang elit yang memiliki fasilitas yang cukup, sedangkan orang yang menengah ke bawah menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang penuh dengan kekurangan fasilitas pendidikan.

Peran pmii dalam dunia pendidikan sebagai organisasi besar dan di dalamnya adalah mahasiswa maka sangat di perlukan untuk melihat pendidikan muai dari kualitas, sistem, dan keadaan sosial yang terjadi di sekitar yang sangat bersangkutan dengan jalannya pendidikan. PMII mengajarkan nilai dasar pergerakan, (modul mapaba,2016) pertama, ketauhidan yaitu ketuhanan jadi bagaimana manusia belajar menempuh pendidikan dalam proses pencarian ilmu yang dimana pandangan dalam pengembangan potensi manusia itu tertuju atas ridho tuhan yang maha esa. Karena hal itu lah kita harus mengubah pandangan proses pembelajaran atau pengembangan potensi kita tertuju pada ridho tuhan bukan pada fasilitas atau ke elitan lembaga. Kedua, Hablun minan naas yaitu hubungan Antar manusia yang harus perduli terhadap sesamanya karena Allah menciptakan manusia tidak ada yang sempurna, dalam hal ini bagaimana peran PMII melihat pendidikan dengan latar belakang seperti di atas ? menggunakan Nilai NDP yang ketiga ini dengan cara bukan hanya melihat, mengkaji dan demostrasi namun kaum muftad afhin juga membutuhkan uluran tangan berbentuk sentuhan langsung maka dari itu PMII Harus turun kejalan bukan untuk demostrasi namun turun di masyarakat untuk  mearangkul mereka yang di jalanan, membentuk wadah bagi mereka yang belum merasakan pendidikan, memberikan bantuan sosial, pendampingan langsung terhadap masyarakat merupakan strategi ampuh saat ini melihat daerah Mts Miftahul huda sangat mimim dengan pemahaman pendidikan sehingga sangat perlu dengan Pelatihan, acara acara pendidikan yang bisa memotivasi masyarakat agar bisa menyekolahkan anak anaknya untuk masa depan bangsa. Melihat sistem pendidikan disana yang sangat minim kualitas pendidikannya PMII harus ikut andir dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengadakan pelatihan untuk menuju guru profesional yang berkualitas dengan terus di dampingi dengan adanya tindak lanjut bukan hanya saat pelatihan semata. PMII bukan hanya mennyuarakan aspirasi rakyat memalui demostrasi namun bentuk uluran tangan, bakti sosial, dan memberikan pendidikan yang bersifat non formal bagi masyarakat sekitar agar mengetahui urgensitas pendidikan dalam kehidupan bersama. Mengadakan pelatihan terhadap guru baik secara formal maupun non formal untuk meningkatka kualitas guru sehingga bisa bersaing bukan hanya dari di lingkungan sekitar namun keluar kota ataupun keluar negeri. Oleh karena itu, PMII menjadi kebutuhan bagi pendidikan yang di tuntut untuk memberikan output yang berkualitas sehingga bisa mengawal masyarakat. Pangawalaan bukanlah pengawalan semata karena pengawalan yang abadi adalah pengawalan yang berkelanjutan sampai mencapai kesejahteraan bagi kaum mustad afin.

 

Khoirun naas anfauhum lin naas

Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain

BAB V

  1. Kesimpulan

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, yakni: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah berdasarkan Peringkat 10 dari 14 negara di asia pasific. Faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan diIndonesia sebagai berikut :

  1. Mahalnya biaya pendidikan
  2. Rendahnya Kualitas sarana prasarana
  3. Rendahnya kualitas guru
  4. Rendahnya Sistem Kedisiplinan

PMII harus ikut andir dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengadakan pelatihan untuk menuju guru profesional yang berkualitas dengan terus di dampingi dengan adanya tindak lanjut bukan hanya saat pelatihan semata. PMII bukan hanya mennyuarakan aspirasi rakyat memalui demostrasi namun bentuk uluran tangan, bakti sosial, dan memberikan pendidikan yang bersifat non formal bagi masyarakat sekitar agar mengetahui urgensitas pendidikan dalam kehidupan bersama. Mengadakan pelatihan terhadap guru baik secara formal maupun non formal untuk meningkatka kualitas guru sehingga bisa bersaing bukan hanya dari di lingkungan sekitar namun keluar kota ataupun keluar negeri. Oleh karena itu, PMII menjadi kebutuhan bagi pendidikan yang di tuntut untuk memberikan output yang berkualitas sehingga bisa mengawal masyarakat Menuju manusia yang berpendidikan.

  1. Saran

Mengingat akan pentingnya pendidikan, penulis menyarankan :

  1. Sebaiknya lembaga pendidikan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar agar responsif dari masyarakat positif
  2. Meningkatkan seluruh kualitas dengan tidak selalu menunggu dari pemerintah namun positif.
  3. PMII hendaknya dapat di pertimbangkan untuk lebih sering mengadakan pelatihan atau penyuluhan terdapat pendidikan.
  4. Di harapkan di masa yang akan datang dpat di gunakan sebagai salah satu sumber data untuk penelitian selanjutnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mudyahardjo,Redja.1995.Pengantar Pendidikan. Jakarta :Raja Granfndo Persada

Tirtarahardja,Umar.,S.L.La Sulo.2010. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

Uudang Undang RI Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional

Modul Mapaba.2016

https://www.taralite.com/artikel/post/kualitas-pendidikan-indonesia-dimata-dunia

http://gurunyailmu.blogspot.com/penyebab-runtuhnya-pendidikan

Kompas, 09/09/2010

 

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS

  1. M Husain

M Husain Lahir di sumbersari, gumukmas, jember pada tanggal 02 Januari 1997 dari pasangan seorang ayah Umar dan ibu Siti Hani. Sejak kecil penulis tinggal tetap di dusun sumbersari. Tahun 2002 sampai dengan 2004 menempuh pendidikan tingkat TK dewi masitoh dus. Sumbersari, kemudian tahun 2004-2009 menempuh sekolah MI Mayangan ulum 3 di dusun sumbersari, kemudian tahun 2009-2012 menempuh pendidikan Mts sa Miftahul Huda di dusun sumbersari, tahun 2012-2015 menempuh pendidikan di MA Yunisma kec. Kencong, dan tahun 2015 sampai saat ini sedang menempuh pendidikan di IAIN Jember.

Pengalaman organisasi penulis mengikuti pramuka sejak kelas 4 MI- kelas 1 SMA, menjadi ketua osis saat kelas 2-3 SMA, mengikuti organisasi PMII sejak perkuliahan semester 1 sampai saat ini.

Prestasi yang telah di raih penulis yaitu lomba voly ball di tingkat MI/SD juara II se kec. Gumukmas, Lomba voly ball di tingkat kabupaten jember, Juara III lomba debat aswaja tingkat SD/MI se Gerbang Masku, Juara 1 lomba voly ball tingkat SMP/Mts se kec. Gumukmas-kencong. Juara V voly ball tingkat SMP/Mts se Indonesia, Lomba Catur tingkat SMA/MA/SMK se kabupaten jember, Juara II lomba catur di IAIN jember, Juara III catur di PMII IAIN jember, serta mengikuti Lomba Catur tingkat perguruan tinggi se Jawa-Madura.

  1. Irwansyah Giovani Ibrahim

Irwansyah Giovani Ibrahim Lahir di Probolinggo pada tanggal 13 November 1997 dari pasangan seorang ayah Haryono dan Nur Holilah. Sejak kecil penulis tinggal tetap kota Mastrip Probolinggo. Tahun 2002 sampai dengan 2004 menempuh pendidikan tingkat TK ABA Jrebeng kulon., kemudian tahun 2004-2009 menempuh sekolah SDN 1 Jrebeng lor , kemudian tahun 2009-2012 menempuh pendidikan Mts unggulan tunasbangsan citarum probolinggo, tahun 2012-2015 menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Probolinggo dan tahun 2015 sampai saat ini sedang menempuh pendidikan di IAIN Jember.

Pengalaman organisasi penulis mengikuti pramuka sejak kelas 4 MI- kelas 1 MA menjadi ketua takmir masjid di MA, mengikuti organisasi PMII sejak perkuliahan semester 1 sampai saat ini.

Prestasi yang telah di raih penulis yaitu lomba Mengetik 10 Jari di tingkat MI/SD juara I se kec. kanigaran, sebagai finalis LKTI tinggkat Nasional.

 

*Mereka merupakan Anggota PMII Rayon Tarbiyah dan ilmu Keguruan IAIN Jember dari korp 2015 dan Tulisan Ini Meraih Juara II dalam Acara FESTIVAL MOVEMENT 2017 yang di adakan Oleh PR.TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN ( Bidang IV-Bakat dan Minat ) Masa Pengabdian 2016-2017

10 tanggapan untuk “URGENSITAS PMII DALAM PENGEMBALIAN MUTIARA PENDIDIKAN DI INDONESIA

  • Juni 3, 2017 pada 4:58 pm
    Permalink

    I’ve been surfing on-line greater than 3 hours these days, but I never found any attention-grabbing article like yours.
    It’s pretty worth enough for me. Personally, if all web owners and bloggers made just
    right content material as you did, the net will likely be much more useful than ever before.

    Balas
  • Juli 2, 2017 pada 3:16 pm
    Permalink

    I leave a response each time I especially enjoy a
    article on a blog or I have something to add to the discussion. Usually it’s caused
    by the fire communicated in the article I looked at. And after this article URGENSITAS PMII DALAM PENGEMBALIAN
    MUTIARA PENDIDIKAN DI INDONESIA – PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
    Keguruan. I was moved enough to post a thought 😉 I do have a couple of questions for you if it’s allright.
    Is it only me or does it look like like a few of these comments come across
    like they are written by brain dead visitors?
    😛 And, if you are writing at other social sites, I’d like to
    keep up with you. Would you list every one of your shared pages like your linkedin profile, Facebook page or twitter feed?

    Balas
  • Juli 2, 2017 pada 6:49 pm
    Permalink

    Hello my loved one! I wish to say that this article
    is amazing, great written and include approximately all vital infos.
    I would like to see extra posts like this.

    Balas
  • Juli 2, 2017 pada 7:06 pm
    Permalink

    Hi, Neat post. There’s a problem along with your site in internet explorer, would test this?
    IE still is the market leader and a good section of other people will omit your wonderful writing because of this problem.

    Balas
  • Oktober 26, 2017 pada 4:55 am
    Permalink

    628318 379184I was suggested this site by my cousin. Im not positive whether this post is written by him as no one else know such detailed about my trouble. You are fantastic! Thanks! xrumer 608621

    Balas
  • November 3, 2017 pada 1:19 am
    Permalink

    418900 47331hello i discovered your post and thought it was extremely informational likewise i suggest this website about repairing lap tops Click Here 192112

    Balas
  • November 8, 2017 pada 1:25 am
    Permalink

    361837 120473This is going to be a terrific website, may you be interested in performing an interview about how you developed it? If so e-mail me! 826155

    Balas
  • Februari 11, 2018 pada 6:43 pm
    Permalink

    [url=http://73.basketball-the-best.tk]Монастырский сбор отца георгия отзывы врачей[/url]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: