Antara Akhlak dan Hijab

Akhlak adalah budi pekerti yang melekat pada pribadi masing-masing. Jika seseorang berhijab tetapi melakukan dosa dan pelanggaran, hal itu bukan karena hijabnya, melainkan karena akhlaknya. Hal itu dikatakan kurang benar karena menutup aurot untuk laki-laki dan perempuan adalah perintah Allah.

Hal itu juga menandakan bahwa islam mengajarkan kepada kita semua untuk tidak hanya mengandalkan perasaan, tetapi juga akal dan syari’at. Ketika ada wanita yang menutup aurat, dan dia masih diejek oleh orang lain seperti “perempuan munafik itu percuma memakai hijab kalau perbuatannya tidak sesuai syariat, dia lebih baik tidak perlu menggunakan hijab.” Pernyataan tersebut kontradiksi dengan syariat yang mengatakan bahwa hijab yang dipakai perempuan itu tidak salah karena hijab tersebut suatu kewajiban untuk dipakai perempuan.

Seandainya Islam mengajarkan seorang perempuan mempercantik akhlak terlebuh dahulu sebelum menutup aurot, mungkin beberapa perempuan di dunia tidak ingin menutup aurotnya. Ketika seseorang berpendapat seperti hal itu, secara tidak langsung disimpulkan bahwa seseorang menggunakan akal dan perasaan tanpa mengaplikasikan syariat.

Seseorang seharusnya tidak hanya menggunakan perasaan dan untuk mengontrol diri, tetapi juga berpikir bahwa orang berhijab tersebut melakukan suatu kewajiban yang diperintahkan.

Kalau ada seseorang yang mengatakan bahwa orang berhijab itu belum tentu baik akhlaknya, maka hal tersebut tidak akan menjamin bahwa perempuan yang tidak berhijab juga belum tentu baik akhlaknya. Maka dari itu, perempuan yang menutup aurotnya itu diasumsikan bahwa seseorang yang berusaha taat atas perintah Allah SWT. Padahal, orang yang mengejek orang lain belum tentu lebuh baik darinya.

Setiap manusia memiliki potensi baik ataupun buruk dalam berperilaku. Dan sebaik-baik manusia ialah seseorang yang meminta ampun atas kesalahannya.

Profil Penulis

Ummu Ahyah adalah seorang anggota PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah angkatan 2020 yang berdomisili di Bali.

%d blogger menyukai ini: