BENAHI PERADABAN DENGAN TULISAN

Oleh: Imam S Arifin[1] (K_one)

 

Membaca dan menulis merupakan komponen bersimbiosis. Ibarat kendaraan, butuh bahan bakar untuk bisa dijalankan. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tak bisa dilepaskan. Dimana ada bacaan, maka ada tulisan sebagai pengaplikasian.

Menulis merupakan kegiatan intelektual yang tak semua orang punya keahlian. Dalam artian bukan menulis tugas yang disampaikan dosen saat perkuliahan. Melainkan menulis untuk keabsahan peradaban, bahkan me curahkan apa yang ada dalam pikiran.

Di samping itu, menulis adalah bekerja untuk kepribadian kata Pramoedya Ananta Toer. Maka tak heran, Al Ghazali yang telah wafat beratus tahun silam, berkat tulisannya yang berjudul Ihya’ Ulumuddin manfaatnya bisa kita rasakan sampai sekarang. Meski jasadnya sudah tiada, ia tetap dikenal dan tulisannya tetap mejadi pedoman.

Melalui tulisan sebuah pemahaman bisa disebarluaskan, bahkan menjadi ujung tombak peradaban. Apalagi zaman sekarang, tulisan bisa akan mudah mendunia dengan lahirnya media massa. Kalau koran masih besok atau bahkan lusa berita yang akan diterbitkan, tapi lewat media online detik itu juga berita akan menyebar ke penjuru nusantara, bahkan ke seluruh dunia.

Banyak jenis tulisan yang kita ketahui, setiap tulisan itu penulisannya memulai julukan masing masing. Salah satunya adalah wartawan bagi sang pemburu serta penulis berita. Bukan pekerjaan mudah bagi seorang wartawan, untuk wawancara pada seseorang saja butuh perjuangan. Berkat perjuangan itu salah satunya, wartawan menjadi sakral. Bahkan sampai ada kalimat, dunia akan menangis jika wartawan bilang menangis, dan dunia akan tertawa jika wartawan bilang tertawa. Bahkan Napoleon Bonaparte seorang pimpinan militer dan politik Prancis mengatakan, “Saya lebih takut pada seorang jurnalis dengan penanya dari pada seribu tentara dengan bayonetnya”.

Jadi, benahi peradaban dengan tulisan.

[1] Imam S Arifin / K_one Merupakan Salah satu Anggota PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp MAHABBAH (2016). Imam S Arifin / K_one saat ini berproses di Intelektual Muda dan salah satu anggota Metra Post 2017.

4 tanggapan untuk “BENAHI PERADABAN DENGAN TULISAN

  • Januari 4, 2021 pada 9:52 am
    Permalink

     Instead of making a promise, I’ll wish them well. “Hope you are having a great Wednesday” or “Hope your week has been an awesome one” are a couple examples. Occasionally, I’ll mention that I plan on visiting their blogs, Facebook pages, etc.
    I’ll provide value by thoroughly responding the thoughts/questions in the comment. If the comment talked about ten different things, obviously I won’t be able to touch on all of them. But if a question is asked, I’ll answer it. If a few points are shared, I’ll talk about them a little.
    카지노사이트

  • Januari 4, 2021 pada 11:13 am
    Permalink

     Instead of complimenting (like I would if writing a comment on someone’s blog), I will thank the person for commenting. Though, if it’s a really good comment I’m responding to, I’ll make a point to say so. “That’s a great question” or “What an original comment” are a couple examples I might use.
    I’ll greet the commenter by name. Notice how I greeted you at the beginning of my comment?
    슬롯머신

  • Januari 4, 2021 pada 11:41 am
    Permalink

    I believe in responding to comments using the same (or close to the same) format I talked about in this post.
    Thanks! I’m really glad you enjoyed the post. I’m especially honored that — out of all the great posts written here at BBT — this is the one that prompted you to comment for the first time! 
    카지노사이트

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: