IRWANSYAH GIOVANI IBRAHIM (Spesies Langka Pendobrak Impoten)

Oleh : Maulana Al-Fatih

 

Irwansyah atau irwan Gio begitulah sapaan akrabnya, sosok ini merupakan kader PMII angkatan 15 kelahiran Probolinggo, tepatnya ujung tenggara Jawa timur, tak banyak sejarah yang dapat diketahui dari spesies satu ini. selain dia dikenal sebagai salah satu kader ideologis rayon Ftik yang digadang-gadang akan membawa angin segar dikepengurusan rayon ftik nantinya. dengan perawakan khasnya yang begajulan dan slengean, kurus kering, telah sukses mendulang eksistensi seorang Irwansyah mampu dikenal sebagai kader yang sangat berpotensial, baik di mata kader-kadernya, angkatan, pengurus rayon serta senior-seniornya.

masa kecil irwan (cak irwan) dihabiskan di tempat kelahirannya, pengembaraan intelektual dimulai ketika dia telah mengentaskan status siswa dan memutuskan untuk hijrah ke kota seberang yaitu Jember. tepatnya di IAIN JEMBER . memulai karir organisasinya di PMII rayon Ftik. untuk memenuhi hasrat keingintahuannya selama menjadi kader, dia banyak belajar kepada tokoh-tokoh intelektual dimasanya. dan aktif dalam kajian dan dunia tulis menulis. dalam dunia yang ia tekuni inilah yang banyak mempengaruhi paradigma dan karakternya.

sejarah tentang cak irwan merupakan bias atas kuasa rezim yang tidak menentu pada zamannya. karakter dan kontribusi telah sukses membawa seorang cak irwan menjadi aktor dalam setiap moment, dia pernah tercatat sebagai ketua SC Mapaba 2018, ketua HMPS MPI, dan deretan pengalaman panjang lainnya.

selama aktif dalam komunitas kajian dan tulis menulis, dia banyak membuktikan kapasitasnya sebagai kader ideologis. puluhan karya berbentuk artikel-artikel pendek (fragmen) telah banyak menghiasi media sosialnya, buletin rayon dan majalah dinding dirayon. karya-karyanya umunya tercover dalam blog pribadinya. hal ini dia lakukan untuk mengasah potensi dalam dirinya serta mendorong kader-kadernya untuk melanjutkan usahanya.

cak irwan, meskipun tidak memiliki pemikiran yang khas dan murni, namun dia banyak mengembangkan pemikiran-pemikiran intelektual transformatif dari para senior-seniornya, pemikiran tentang pendidikan dan filsafat menjadi amunisi yang paling banyak menginspirasi tulisannya. meskipun memiliki gaya dialektika yang kadang paradoksal, namun pemikiran-pemikiran cak irwan memiliki kontribusi besar dalam kemajuan budaya intelektual rayon ftik.

cak irwan dan buku menjadi dua unsur yang sulit dipisahkan, kecintaannya dalam pengetahuan membuat dia gemar menulis dan mengoleksi buku-buku bacaan (meskipun kadang sering hilang karena dipinjamkan). kader ideologis ini telah membuktikan bahwa PMII saat ini bukan butuh eksistensi semu melalui serangkaian agenda seremonial agar kepengurusan lancar dan kader senang. namun lebih jauh dari itu. ruang ruang strategis menurutnya belum terisi penuh khususnya dalam ruang aktualisasi kader ideologis. PMII sebagai organisasi dianggapnya butuh semacam gebrakan-gebrakan yang digagas oleh para kader-kader PMII itu sendiri. dan gebrakan itu tidak lahir dari bentuk diam duduk manis sambil berpangku tangan. namun melalui proses penempaan yang panjang, jerih payah dan usaha dari sebuah pengabdian perlu di tanamkan dalam setiap maidset kader kader PMII rayon ftik. mungkin itulah yang saat ini diusahakan oleh aktor intelektual yang satu ini (cak irwan).
semoga kedepan akan muncul kader-kader ideologis sejenis atau lebih hebat dari sosok cak irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: