PEREMPUAN REVOLUSIONER

 

Oleh :Nayli Farikha[1]

 

Permpuan ialah seorang manusia yang memiliki alat produksi sehingga dapat melahirkan seorang anak atau sosok generasi penerus. Perempuan yang identik dengan kelemahan, kelembutan dan ramah dalam sikapnya. Hal semacam itu sangatlah relatif, tidak sejatinya bahwa perempuan semua itu lemah, seorang perempuan juga biaa melakukan segala hal yang dapat dikerjakan oleh kaum laki-laki tanpa harus mengubah kodratnya. Awal kehadiran perempuan yakni kehadiran siti Hawa dimuka bumi. Yang mana Allah swt menciptakan untuk menenami nabi Adam As  dan menjalankan perintahNya. Dalam sejarah pencipta manusia secara islam di dalam Alqur’an , Allah swt menciptakan manusia untuk menjadikan pemimpin didunia. bahwa mereka-mereka yang akan menciptakan ketentraman dan kesejahteraan didunia. dari hal seperti itulah manusia diciptakan menjadi dua jenis yakni laki-laki dan perempuan.

Pada dasarnya Allah Swt saat menciptakan manusia, telah menciptakan dalam bentuk jiwa dan raga, beserta sifat-sifat dasar manusia ingin dicintai dan mencintai, kebutuhan seksual dan sebagainya. Perempuan sejatinya Multitasking, dapat melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu. Seperti halnya saat berumah tangga, menjadi seorang istri yang mana mempunyai tugas untuk merawat dan mendidik buah hatinya. Berkewajiban taat kepada suaminya. Melakukan apa yang diinginkan suaminya dalam hal yang baik dan menyenangkannya pula. Sangat tidak baik sekali apabila sosok perempuan direndahkan. seperti halnya yang dikatakan oleh pramordia Ananta Toer “perempuan adalah lautan dunia” yang mana sosok perempuan harus dihormati karna kedudukannya yang sangat mulia.

Istilah Gender yang mana diartikan dengan jenis kelamin. dijelaskan yakni antara laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan dalam hal sifat dan perilakunya melainkan bukan dari jenis kelamin. dilihat bahwa sesungguhnya perempuan juga dapat berkarakter seperti halnya laki-laki tapi harus merubah kodratnya atau dirinya sebagai perempuan. Bapak ir. soekarno menyatakan bahwa “Tak akan ada kehidupan didunia dan tak akan kokoh sebuah bangsa dan negara tanpa adanya perempuan”. sungguh mulia derajat seorang perempuan,  dan sungguh besar atas jasa dan pengorbanan seorang perempuan terhadap keluarga dan kehidupannya.

 

[1]Nayli Farikhah Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon FakultasTarbiyahdanIlmuKeguruandarikorp MAHABBAH (2016) Proddi MPI IV  (Empat).Saat ini sahabati naily berproses dibidang jurnalistik sebagai anggota Metra Post.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: