Who am I ?

 

Oleh : Kholifatul Hannah[1]

 

Aku terjerat dalam pekatnya malam yang menggebu dalam hati. Terperangkap dalam jurus kegelapan yang membisukan jiwa, seakan raga ini telah mati. Seakan menggores hati ini dan tercabik lebur terbawa arus pekatnya kegelapan malam. Aku terbungkam, membisu pilu bersama tangisan indah yang membasahi pipiku. Menjelajahi dunia yang aku rasa penuh dengan tanda tanya. Mencari titik terang sang bintang yang tak kunjung hadir menyinari malamku. Semuanya terasa begitu kelam, seakan tak ada satu pun cahaya yang menyinari kegelapan hatiku.

Akhirnya, aku pun terperanjat kaget dari tangisanku. Aku sadar ! Namun dari kesadaranku, aku masih belum mengetahui titik jelas dari diriku sendiri.  Namaku Keyhan. Yaaa.. Aku adalah salah satu anggota PMII Rayon FTIK Komisariat IAIN Jember. Aku sadar, aku tau dengan identitasku. Namun, tak mengerti dengan jati diriku yang sebenarnya. Katanya sih aku warga pergerakan, karena sebutan itu yang menjadi label ku saat ini.

Segalanya seperti dunia mimpi, tapi itulah realita yang kini terjadi pada kehidupanku. Karena itu pun, aku mampu untuk bangkit kembali dari isak tangisanku. Ku hempas segala kegelapan hati dan malamku, dengan setangkai cahaya harapanku. Dan akhirnya, ku perkenalkan diriku pada dunia. Namaku Keyhan, yang kan terus berusaha mencari jati diriku yang hingga saat ini slalu ku pertanyakan. Who am I? Akupun tak mengerti akan jawaban dari semua itu. Siapapun aku, aku hanya ingin berubah menjadi lebih baik dan melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri dan semua orang yang berada disekitarku.

Tahap demi tahap ku lalui. Waktu demi waktu ku jalani. Jalan demi jalan telah aku tempuh sejauh ini. Namun, tak ada titik terang sedikit pun yang bisa ku lihat dari diriku sendiri. Tiada hal yang bisa ku banggakan dari dalam diri ini. Yang ku temui hanyalah begitu banyaknya kelemahanku. Kelemahan yang harus aku basmi dari hidupku. Bangkit dari semua keterpurukan hidup dan batinku yang ku geluti saat ini. Namun, semuanya masih terasa hampa, kosong tanpa adanya lentera yang menerangi titik kebingunganku.

Ku renungi dan ku menyendiri dibalik indahnya pemandangan yang ku pandangi. “Tuhan…!!!! Engkaulah sang Maha Kuasa di jagat raya ini. Dan Engkau pula yang mengerti dengan keluhan hatiku saat ini” getar hatiku yang menangis dibalik senyumanku. “Aku ingin bangkit, berubah menjadi lebih baik, dan membahagiakan semua orang yang mengharapkan keberhasilanku” aku menjerit bersama tangisanku. Air mata yang menetes karena gerundam hati yang tak mampu lagi aku bendung. Aku menangis, meratapi semua ini. Mencari jati diriku yang tak kunjung aku temui.

Akhirnya, aku berhenti dari tangisanku, karena hujan yang menahan air mataku dan menggantinya dengan senyuman hatiku yang penuh dengan kedamaian bersama tetesan air hujan yang menjadi melodi kehidupan yang menghiburku dikala ku sendiri dan menangis pilu tiada henti. Hujan adalah hal yang paling sederhana. Namun, dibalik kesederhanaan itu menyimpan kesempurnaan yang begitu dahsyat bagiku. Karena hujan adalah hal yang paling indah.

 

[1] Kholifatul Hannah Merupakan Salah satu Kader PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari korp MILENIAL (2017) Proddi Tadris Biologi semester II (DUA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: